Archive for the ‘Sobat, Teman & Kawan’ Category

Ilmiyah Idrus

June 12, 2009

Namanya Ilmiyah binti H. Muhammad(?) Idrus. tetapi kata Idrus kemudian disematkan secara langsung ke namanya sehingga menjadi Ilmiyah Idrus. Mengapa Ilmiyah? Mungkin pemberi nama ingin agar si bayi mungil putih mulus panjang itu nantinya bisa mencintai ilmu, punya banyak ilmu dan mendapatkan ilmu dengan metodologi yang ilmiah :-), atau mungkin maksud lain, tak pernah aku menyelidiki sampai sejauh itu. Yang aku tahu namanya Ilmiyah Idrus..ya sudah..cukuplah itu..!! nama yang bagus dan mudah diingat..!

Yang aku ingat bila menyebut Ilmiyah Idrus adalah nama gadis kecil yang dulu selalu bersamanya, lengket lah gitu… namanya Liza Mumtaza Damar Wulan. Mungkin karena namanya terlalu banyak, jadi berat, sehingga Liza hanya sebahu Ilmiyah tingginya. πŸ™‚ Entah dimana Liza Mumtaza Damar Wulan kini, aku tak tahu, tidak mencari tahu, dan saat ini belum perlu untuk tahu karena fokus pembahasan kali ini bukan Liza, tetapi sobat kentelnya, Ilmiyah.

Pertama mengenalnya di MTsN 1 Tangerang. Entah sejak kelas 1 atau mulai kelas 2. Tapi rasanya sejak kelas 1. Seorang gadis jangkung berkulit putih dan bersuara agar serak-serak dikit kalau sedang pilek.. mungkin ia siswi dengan body paling tinggi di MTsN 1. juga berkulit paling putih… dulu kalau dia dekat aku, mungkin orang akan langsung ingat kopi susu panas-panas sedap sekali dengan biscuit regal… πŸ™‚ Pliiss deh..!

Selepas MTsN 1 Tangerang, dari Ilmiyah Idrus lah aku tahu yang namanya MAN3 Jakarta di Ciputat, dan daftar ke sana..walhasil, aku bersama lagi dengan Iil satu sekolah. Juga satu kelas lagi. Yang aku ingat dari dia adalah waktu dia membuang foto-foto Princess Diana yang ku gunting dari koran..soalnya doi gak suka, soalnya berbau purno, soalnya Princess Diananya lagi pake bikini hasil shoot kamera Paparazzi..:-) Demikian kami berkawan sampai lulus MAN3 Jakarta pada 1992, lalu sama-sama melanjutkan ke IAIN Ciputat. Aku ambil Jurusan Tafsir & Hadits Fakultas Ushuluddin, Doi ambil Fakultas Tarbiyah Jurusan PAI. Memang pantesnya doi jadi guru, gak pantes kalo jadi masinis..:-). Kalo sekarang doi jadi guru, pasti murid2nya pilih doi jadi guru favorit, soalnya senyum dan tatap matanya bisa bikin bodi jadi meleleh.. :-).

Pernah waktu masih kuliah mengadu nasib kirim surat cinta.. hehehe…ampun deh… tapi ogut lagi gak hoki… kalo sekarang dipikir, bagus sekali dulu gak jadian.. coba kalo jadian.. lalu kawin ma gw, wah…kecian banget diajak blanksak..! tersaruk-saruk semak berduri di belantara kapitalisme..! toloong..!

Jadi…, kemana Liza Mumtaza Damar Wulan pergi..??

Bekasi, 12 Juni 2009.

Wahai Sahabat

August 6, 2008

Yang membuat dia istimewa, adalah tanggal lahirnya persis sama dengan istriku, 11 Januari 1974. Juga karena ada sifat feminis yang sangat kental dibalik penampilannya yang tomboy. Juga istimewa karena hanya pada dia istriku cemburu, tidak pada wanita lain yang istriku tahu aku suka dan berkirim surat cinta.
Dulu sering bersama mengembara di tepian-tepian waktu tak berujung, merenungi kegelapan tak bertepi, menyiasati pelajaran penuh arti… Main UNO menghabiskan masa… terjebak dalam ruang dan waktu. Semuanya tulus atas nama persahabatan… Namanya Khadijah M. Anwar Ibrahim.

Tapi hanya ibunya yang memanggilnya Khadijah, itupun jika sedang sangat serius. Panggilannya sehari-hari adalah Butet. Jadi ingat judul lagu batak yang mendayu-dayu yang dibawakan Hetty Koes Endang… :-). Mungkin banyak juga kawan dia yang tidak tahu bahwa namanya Khadijah, karena dia biasa berkenalan dengan nama Butet itu. Panggilan sayang gadis muda batak ya? Memang ada darah batak mengalir di pembuluhnya. Dia ini hasil persilangan Batak Mandailing dan Palembang. Mungkin karena yang Palembang Bapaknya, sehingga ia tidak menyertakan Lubis dibelakang namanya.

Yang aku tak bisa lupa, adalah caranya masak mie goreng… dia akan merebus mie nya dulu, lalu ditiriskan… baru dia masak telornya secara ajaib… ajaib karena dia tidak membiarkan telornya utuh, tetapi memanipulasinya sedemikian rupa sehingga telor itu menjadi serpihan-serpihan kecil…

Dia suka lagu-lagu pop, termasuk Mariah Carey, dan merasa aneh namun tidak banyak komentar ketika aku beli Album Cikal Iwan Fals. Suka nonton film-film drama cinta dan persahabatan. Pernah dia dan Nunung ajak aku nonton Indescent Proposal-nya Demi Moore yang waktu itu gaya rambutnya ditiru habis gadis-gadis Endonesa. Film drama yang bagus ternyata asyik juga.

Aku terkagum-kagum pada koleksi perangkonya, luar biasa bagus dan dari berbagai negara. Sebut negara yang kita tahu, dia punya koleksi perangkonya. Juga punya koleksi jam tangan Benetton. Saking sukanya dia sama Benetton itu, sampai-sampai salah satu jam tangannya yang tercuri, secara ajaib bisa kembali lagi… πŸ™‚ Tak terpisahkan…

Pertama kali mendapat informasi akan ada murid baru dari Arab yang akan bergabung di Kelas 2 MAN 3 Ciputat, 1990, yang terpikir pertama kali olehku “ngomongnya pakai bahasa apa?”. Setelah bertemu dan melihat kesan lokal di balik kerudungnya yang “ngasal” tapi atraktif, baru aku tahu betapa lancar bahasa Indonesianya. Malah lengkap dengan bahasa gaul terbaru saat itu. Halaah, tadinya aku mau belajar bahasa arab sama dia, gak jadi deh. πŸ™‚

Prestasi akademiknya di MAN 3 biasa saja, walau tidak di bawah rata-rata. Bukan karena dia tidak cerdas, hanya kurang termotivasi saja. Terbukti kini, setelah 18 tahun, dia sudah menamatkan Fakultas Syariah Al-Azhar Mesir, sudah menamatkan S2 di Malaysia dan hampir mencapai gelar Doktor, juga di Malaysia. Sementara yang ranking 1 saat itu, gue, cuma sempat menamatkan S1 di IAIN Ciputat dan sekarang terdampar, tepatnya terkapar di belantara kapitalisme, mem-buruh di LG Electronics untuk menyambung hidup diri dan keluarga. Hidup memang penuh rahasia. Impian masa kecilku untuk menjadi Guru Besar Agama Islam kandas tak tersisa, sementara dia, Butet Anwar, yang cita-citanya tak pernah jelas bagiku, terus mendaki menara gading akademis hampir tanpa rintangan berarti. Melaju tanpa ragu menuju jenjang tertinggi. Congratulation sahabat, kau adalah salah satu berkah Tuhan untuk negeri yang penduduknya berdaya rusak amat besar ini. Semoga kehadiranmu di bumi pertiwi nanti bisa membasahi gersangnya tanah para pecinta dosa bernama Republik Indonesia.

(bersambung…)

Doa Untuk Nong

June 9, 2008

Ya Allah, Yang Maha Memberi Cahaya
Siramilah Nong dengan cahayaMu
Ya Allah, Yang Maha Memberi Kasih
Kasihilah Nong dengan cintaMu
Ya Allah, Yang Maha Memberi Kekuatan
Kuatkanlah Nong tuk tetap di jalanMu
Ya Allah, Yang Maha Memberi Hidup
Hidupkanlah Nong dalam penghambaan kepadaMu

Demi masa lalu Ya Allah…

Bekasi, 9 Juni 2008

Nong adalah salah satu teman favoritku. bodynya ramping, senyumnya manis, kulitnya kuning keputihan, bicaranya lancar dan blak-blakan, cerdas berwawasan. Selalu menghangatkan ruang kuliah dengan diskusi-diskusi, juga selalu menginspirasi teman-teman dengan ide-idenya.

Kami pernah bersama ke rumahnya di Dahu, Labuan, Banten. Sangat berkesan. Suasana pesantren yang sangat kental dengan tradisi NUnya. Ayahnya adalah pimpinan Pondok Pesantren An-Nidzomiyyah, dimana rumahnya juga ada komplek pesantren tersebut berada.

Out of kesan miring tentang Nong sekarang, karena keterkaitannya dengan Jaringan Islam Liberal, kami tetap mencintai Nong sebagai salah satu sahabat terbaik yang selalu dikenang. Aku yakin, jika keterlibatannya di JIL adalah suatu kekeliruan, maka suatu saat Allah pasti akan memberikan petunjuk kepadanya.