Archive for the ‘Sesuatu Yg Berbeda’ Category

LG Go Green 2010

May 19, 2010

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Bapak-bapak, ibu-ibu, hadirin yang berbahagia,

Marilah sejenak kita tengadahkan wajah ke hadirat Allah SWT

Dengan hati yang khusyu dan jiwa penuh harap kita berdoa bersama-sama :

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin.

Hamdan syaakiriin, hamdan naa’imiin, hamdayyuwaafi ni’amahu wayukaafi maziidah.

Ya rabbanaa lakalhamdu, wa lakasysyukru kamaa yambagii lijalaali wajhika wa’adziimi sulthoonik.

Ya Allah ya Tuhan kami,

Berjuta syukur dan terima kasih kami kepadaMu, atas limpahan Rahmat kasih sayangMU yang tak terhingga, yang tak kuasa kami menghitungnya…

Sebelah mata kamipun tak kuasa kami menebusnya.

Allahummaghfirlanaa, junuubanaa wa kaffir ’annaa sayyi’aatinaa wa tawaffanaa ma’al abroor..

Ya Allah ya Tuhan kami,

Ampunilah segala salah dan dosa kami, karena hanya Engkaulah yang kuasa memberi ampun atas segala dosa dan kesalahan kami..

Allaahummaj’al hadzaa bilaadunaa baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofuur…

Ya Allah ya Tuhan kami, jadikanlah negeri kami Indonesia ini negeri yang subur, makmur, damai, aman, sejahtera dalam limpahan kasih sayang dan ampunanMu

Ya Allah ya Tuhan kami,

Engkau jadikan bumi ini demikian indah dan layak untuk kami huni, karena itu bantulah dan tolonglah kami ya Allah, agar kami senantiasa memiliki kemauan dan kemampuan untuk merawat dan menjaganya, sehingga kami dapat mewariskan bumi yang indah ini kepada anak cucu kami kelak kemudian hari.

Ya Allah ya Tuhan kami,

Kami bermohon kepadaMu, agar perusahaan kami, LG Electronics, yang dengannya Engkau memberi kami rizki, selalu sukses dan terus maju, memenangkan persaingan global, dan tetap menjadi nomor satu.

Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa ’adzaabannaar.

Wa adkhilnaljannata ma’al abroor, ya ’aziiz ya ghoffaar, ya arhamarroohimiin.

Walhamdulillaahirobbil’aalamiin.

Taman Mini Indonesia Indah

Sabtu, 15 Mei 2010.

Ahmad Sopiani

Advertisements

#%Ada Yang Mumet@#

November 13, 2009

Sekepal salju dilemparkan seorang pendaki di puncak everest…. hasilnya sungguh dahsyat..!

Sekepal salju itu terus bergulir menggelinding, makin lama kian besar… dan semakin besar, semakin banyak pula yang terlindas dan terlibas atau terserat oleh gelindingannya… luar biasa…

Gemuruhnya memekakkan telinga, orang yang melihatnya menganga lupa menutup mulutnya, yang tahu akan terlindas segera berkelit menghindar… namun apa lacur, bola itu sudah terlalu besar untuk dihindari.. lari darinya hanya kesia-sian saja…

Yang menyaksikan dari kejauhanlah yang pusing tujuh lingkaran melihat putaran bola salju yang kian besar itu… dan belum terlihat di mana akan berhenti dan apa serta siapa lagi yang akan terseret…

Aku dan beberapa kawan termasuk yang mumet menyaksikan gelindingan bola salju itu.. sumpah-sumpah sudah ditebar…ucap-ucap sudah dikatakan…dalih-dalih sudah dikeluarkan… semua yang terseret bicara aku paling benar entah siapa pula yang tidak benar… mumet boo…

Bagaimana kisah drama hukum di Endonesa ini akan berakhir… hepi endingkah? Akankah Bibit dan Chandra, Antasari, Susno, Bambang1, Anggodo, Bambang2, Ari, Ritonga, Boedi, dan artis2 lainnya menyelesaikan perannya…?

Mari kita saksikan saja kelanjutan kisahnya bersama Tina Talisa yang cerdas dan berwawasan serta sedaaaaaap dipandang…

Wassalam..!

Back To Nature !

July 25, 2009

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. Q.S. Al-Mulk[67] : 15

Aku dan kawan-kawan Adventure Committee tengah fokus untuk mempersiapkan “R&D Media Tour 2009; Back to Nature” untuk Sabtu dan Ahad mendatang, 1~2 Agustus 2009 di Ranca Upas, Ciwidey, Bandung.Kami akan menikmati pemandangan di Kawah Putih, main air di Situ Patengan, Berkemah di Ranca Upas, Tracking di Leuweung Tengah, dan memetik Stroberi.

Ada kesibukan, ada kekhawatiran, ada harapan. Sibuk mempersiapkan segala hal, karena kami akan membawa lebih dari 160 jiwa dalam 4 Bis Besar. Ada kekhawatiran tentang kendala-kendala yang mungkin muncul, namun kami selalu berharap mendapat dukungan yang maksimal dari kawan-kawan Adventure Committee dan rekan-rekan peserta, dan berharap Allah akan melindungi kami sebelum, selama dan sesudah acara ini.

Bumi Allah demikian indah dan luas. terhampar sebagai ayat-ayat kauniyyah yang setiap saat dapat “dibaca” dan dimaknai. Aku berharap “R&D Media Tour 2009; Back to Nature” ini dapat membawa kami kepada sebuah kesadaran bahwa kami ini kecil tak berarti di hadapan kuasa dan kebesaran Allah SWT.

Secara tour, kami juga berharap dapat memberikan kebahagiaan dan kegembiraan kepada semua peserta dan keluarganya, sehingga bisa mempererat rasa saling asih, asah dan asuh di keluarga besar R&D Media LG Electronics Indonesia. Juga agar dapat menguatkan motivasi untuk bekerja lebih cerdas, lebih giat dan lebih produktif untuk kelangsungan perusahaan tempat kami bekerja. Bagaimanapun juga, Allah telah memberikan rizkiNya pada kami melalui LG Electronics ini. Semoga LG Electronics Indonesia tetap eksis, jaya, maju, terdepan, profitable, dan menjadi jalan kesejahteraan bagi para pekerja, supplier, bos-bos, lingkungan sekitar, dan bagi Indonesia. Dan semoga orang-orang Koreanya masuk Islam semua.. 🙂

Ciwidey…kami datang…!!

Gadis Tersesat

October 14, 2008

Gadis Tersesat ~ grass rock

Ada seorang gadis Cantik dan malu-malu

Merenung dalam sepi Seperti mengharapkan

Keajaiban akan datang padanya

Gadis manis terlena Impian kotor juga

Datang kawan baginya Badai topan seakan melanda

Kawan datang membawa bencana

*Tanpa ragu-ragu Gadis manis melangkah

Menuju pintu keluar Dan siap untuk terbang

Terang sangat terang Matamu memandang

Kenyataan hidup Ternyata menusuk pinggang

Coba engkau dengarkan Para ahli berkicau

Beli nasehat jitu Agar jalanmu tetap tenang

Ramai di sekitarmu Bingung dan juga pusing

Ada apa disitu Gadis manis terlena dalam

Genggaman Arjuna bertaring drakula

Bangunpun kesiangan Telat untuk belajar

Tak apa-apa… Apa!!

Ragam kejujuran berganti dengan

Gemerlapnya kebodohan……

*

Lolos Dari Maut

September 10, 2008

Innaalillaahi wa innaa ilaihi roojiuun.

Turut berbelasungkawa untuk para korban, semoga mendapat rahmat dan ampunan Allah SWT. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa bersabar dalam menerima musibah.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Q.S. Al-Ankabuut : 57)

Pagi ini, Pukul 6 pagi masih beberapa menit lagi. Sebuah mobil Koasi (Koperasi Angkutan Bekasi) di depan Koasi yang aku tumpangi, hanya berjarak sekitar 20 meter, dihantam kereta express dari arah karawang di perlintasan dekat Stasiun Cibitung, Bekasi. Diyakini, supir dan seluruh penumpang, kecuali dua penumpang yang aku lihat berhasil meloncat keluar di saat-saat terakhir, tewas. Koasi itu terseret dan jungkir balik hampir sekitar 100 meter. Semua yang menyaksikan terpana, menganga, dan akhirnya berteriak istighfar sambil meraba dada. Tubuhku bergetar sambil istighfar, baru kali ini aku menyaksikan sebuah tragedi secara langsung di depanku.

Aku turun, tetapi tidak ada yang dapat kami lakukan, tidak terpikir apa yang bisa dilakukan, serba bingung dan tak tahu harus berbuat apa. ”Ada korban Pak?” tanyaku pada salah seorang yang lolos dari maut karena berhasil melompat keluar dari koasi naas itu. ”Pasti ada paak…” sahutnya lemas sambil mengusap-ngusap dada. Supir koasi yang kutumpangi menyuruhku naik kembali dan melanjutkan perjalanan. Setelah beberapa kali istighfar, aku terpikir menelpon polisi. Aku coba hubungi nomor Polres Bekasi di ponsel; nada sambung tapi tak ada yang mengangkat setelah sekian lama. Nomor Polsek Cibitung; ”telepon yang anda hubungi belum terpasang”… halah… Polisi MM2100, nyambung, minta tolong beritahu polsek atau polres… malah nyuruh aku coba telpon lagi sambil kasih nomor… halah… pas… aku ingat di depan ada Pos Polisi Pasar Induk, segera seturunnya dari Koasi aku ke sana, pintunya masih terkunci, aku ketuk… seorang enggota yang cukup senior… (tua maksudnya) membukakan pintu. ”Selamat pagi Pak!” ”Ya selamat pagi”. ”Mau melapor pak, ada Koasi tertabrak kereta di dekat stasiun Cibitung, terseret hampir 100 m”. ”kapan?” ”barusan pak!”. ”Baik..baik…” Sang petugas segera meraih HT… “Terima kasih Pak”, kataku menutup laporan sambil balik kanan dan melanjutkan perjalanan. Di depan pos polisi, nona Mega, seorang kenalan yang bekerja di PT. DongYang, menatap heran, aku cuma bisa tersenyum dan berlalu…

Sesampai kantor, bersama Oom Dede yang juga rupanya mengkhawatirkanku men-check tetangga-tetangga yang biasa berangkat di jam itu, alhamdulillah, semua tetangga bisa dikonfirmasi selamat, kecuali beberapa tetangga jauh yang belum diketahui nomor kontaknya… semoga mereka juga selamat… aamiin.

Bekasi, 10 September 2008

Rabu, 10/09/2008 12:10 WIB
4 Korban Tewas Angkot vs KA di Cibitung Dapat Santunan PT KA
Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta – 4 Korban tewas akibat tabrakan kereta api (KA) dan angkot Koperasi Angkutan Bekasi (Koasi) 36 jurusan Cibitung-Cikarang, diberi santunan oleh PT Kereta Api (KA). Masing-masing korban tewas mendapat santunan Rp 25 juta.

“Kami sudah menitipkan ke PT Jasa Raharja, untuk yang meninggal Rp 25 juta,” ujar Kepala Humas PT KA Daops I dan Divisi Jabodetabek Akhmad Sujadi ketika dihubungi detikcom, Rabu (10/9/2008).

Sedangkan untuk 2 orang luka berat besaran santunan masih dihitung.

Sujadi mengatakan kecelakaan KA Gumarang jurusan Surabaya-Jakarta itu terjadi pada pukul 05.47 WIB, di perlintasan 101, KM 36+4/5 antara Cibitung-Tambun. Koasi 36 yang tertabrak terseret sejauh 20 meter.

Perlintasan ini, imbuh Sujadi, tidak dijaga oleh petugas PT KA. “Palang pintu dulu pernah dibangun. Karena kesulitan penjaganya, gajinya kan harus seumur hidup, gajinya mahal,” imbuh pria berkumis ini.

Ada 2 versi kecelakaan dalam peristiwa ini, petugas Polsek Cibitung mengatakan Koasi 36 itu nyelonong palang pintu KA begitu saja pada perlintasan turun, saat KA Gumarang melintas.

Sedangkan saksi mata bernama Ahmad Sopiani yang berada di dalam angkot tepat di belakang Koasi 36, punya cerita berbeda.

“Seingat yang saya saksikan, bunyi alarm dan palang lintasan turun, setelah Koasi itu menempel rel. Dan jarak antara alarm, palang turun, dan tertabrak, hanya beberapa detik saja,” ujar Sopiani dalam surat elektronik pada detikcom.

Dia juga melihat 2 penumpang Koasi melompat turun sebelum Koasi naas itu tertabrak kereta.

“Sopir Koasi itu juga korban, kasihan kalau harus disalahkan juga, sementara belum pasti itu kesalahan dia,” kata Sopiani.

Ketika dikonfirmasi hal ini, Sujadi mengatakan informasi yang diterimanya Koasi itu nyelonong.

“Informasinya nyelonong, palang itu dijaga oleh (petugas) Pemda Bekasi,” jelas Sujadi.(nwk/nrl)