Archive for the ‘Peninggalan Nabi & Rasul’ Category

9. Istana Sang Raja

October 16, 2012

Sepeninggal Nabi Daud a.s yang wafat di usia tuanya, maka seluruh peninggalan Nabi Daud a.s diwariskan dan dipelihara di bawah pengawasan dan penguasaan putra terbaiknya Nabi Sulaiman yang menggantikan kedudukannya sebagai Nabi dan Raja di Ursyalim, Bumi Tengah..

Peninggalan-peninggalan Nabi Daud a.s amat sangat banyak karena ia seorang raja, tetapi yang paling penting diantaranya adalah; Katapel yang digunakan untuk membunuh raja Jalut (Goliath), sebuah Baju Besi yang terbaik yang ia buat dengan tangannya sendiri, dan Kitab Zabur wahyu dari Allah yang berisi syariat, hakikat dan ma’rifat.

Sejak kecil, Sulaiman telah terlihat kekuatan dan kecerdasannya. Melakukan berbagai laku dan latihan olah kanuragan dan menuntut berbagai macam ilmu lahir dan ilmu batin yang mendukung kekuatan fisiknya yang paripurna. Kesempurnaan ilmu dan fisiknya meliputi seluruh aspek manusia bahkan melebihi batasan-batasan manusia. Dengan ilmu yang dikaruniakan Allah dan berhasil disadapnya, Sulaiman bahkan dapat mengerti dan dapat berbicara dengan bahasa binatang sehingga binatang-binatangpun taat dan patuh kepada beliau. Bahkan lebih jauh lagi… ilmu yang dikuasai Sulaiman juga merambah ke dunia ghaib. Dengan Ilmunya Nabi Sulaiman juga dapat menaklukkan bangsa jin dan memerintah mereka di bawah kekuasaannya.

Kendaraan Nabi Sulaiman adalah kendaraan extraordinary, hanya beliau yang hingga kini dapat mengendarai angin tanpa bantuan alat apapun. Perjalanannya pada pagi hari dengan kendaraan angin itu, setara dengan perjalanan darat selama satu bulan, demikianpun perjalanan sore hari. Demikian Allah mempersiapkan Sulaiman untuk suatu tugas amat besar dan menyempurnakan tugasnya dengan mengangkatnya menjadi Nabi dan Rasul.

Salah satu contoh kecerdasan Nabi Sulaiman a.s adalah sebuah kisah tentang pemilik tanaman dan pemilik binatang ternak. Suatu hari, telah datang kepada Nabi Daud a.s dua orang yang mengadukan perkaranya. Pemilik tanaman mengadukan bahwa tanamannya hancur oleh binatang ternak tetangganya dan memohon keadilan, menggugat ganti rugi. Maka oleh Nabi Daud diberikanlah binatang ternak yang merusak itu kepada pemilik tanaman sebagai gantinya… namun… Nabi Sulaiman yang saat itu masih sangat muda dan hadir pada sidang itu mengusulkan sebuah penyelesaian yang lain kepada ayahnya :  “Wahai ayah, jika demikian adalah kurang adil karena si peternak akan bersedih kehilangan harta bendanya. Aku usulkan agar si peternak memberikan untuk sementara binatang ternaknya kepada pemilik tanaman untuk diambil manfaatnya. Dan sementara itu pemilik ternak harus mengganti tanaman-tanaman itu dengan tanaman yang baru. Apabila tanaman baru telah sampai pada keadaan ketika di rusak ternak itu, maka si pemilik ternak dapat mengambil kembali binatang ternaknya”. Dengan usul Sulaiman yang sangat cerdas ini, maka Nabi Daud a.s menyetujuinya, dan kedua orang yang mengadukan halnya tersebut menerima dengan sangat senang.

Berbekal ilmu dan kecerdasan yang sempurna, landasan mental dari Kitab Zabur, dan kekuatan dari Baju Besi Sakti buatan ayahnya Nabi Daus a.s yang tidak dapat tertembus jenis senjata  apapun,  maka Nabi Sulaiman mulai meluaskan wilayah da’wah dan sekaligus wilayah kekuasaanya. Ditaklukkannya kerajaan-kerajaan kecil di sekeliling Ursyalim yang masih pagan dengan dua opsi; masuk Islam dan taat kepada Allah & Nabi Sulaiman, atau tetap kafir dan diperangi sampai hancur lumat tanpa sisa. Itu karena perintah dalam Zabur sudah jelas, bahwa Paganisme tidak boleh dibiarkan bebas berkeliaran di bumi Allah. Hampir seluruh kerajaan kecil di sekeliling Ursyalim masuk Islam, dan sedikit yang tetap dalam paganisme dihancurkan oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya. Kerajaan Nabi Sulaimanpun menjadi kerajaan terbesar yang ada di Bumi Tengah, bahkan tidak pernah ada lagi kerajaan yang sebesar kerajaan Nabi Sulaiman sampai saat ini bahkan sampai dunia kiamat nanti.

Tentara kerajaan Nabi Sulaiman adalah tentara yang terkuat yang pernah ada di bumi. Tentaranya terdiri atas 3 unsur utama, yaitu tentara dari jenis manusia, tentara dari bangsa burung, dan tentara dari bangsa jin. Setiap saat selalu diadakan apel siaga dari para tentaranya. Mereka akan berbaris rapi dan siap setiap saat menerima perintah. Para komandannya sakti mandraguna dan siap meneruskan perintah-perintah Sang Raja. Tidak pernah barisan tentara Nabi Sulaiman pergi berperang, kecuali kemenangan ada di tangan.

Salah satu kebutuhan penting sebuah pasukan adalah air. Untuk hal ini, pasukan Nabi Sulaiman tidak usah hawatir, ada burung Hud-hud yang bisa mendeteksi sumber air. Burungnya kecil saja, tidak sampai sejengkal panjangnya dari paruh ke buntut. Perannyalah yang besar karena ia harus mencari sumber air untuk kebutuhan pasukan.

Nah, ceritanya si Hud-hud ini suatu ketika bertemu dengan seekor burung pengembara, yang menceritakan adanya sebuah negeri kaya raya subur ma’mur yang dipimpin oleh seorang ratu cantik menarik menawan hati masih single dan muda. Celakanya, penduduk negeri ini tidak menyembah Allah. Mereka menyembah Matahari. Berdasarkan pertimbangan yang matang akhirnya si Hud-hud memutuskan akan melihat kebenaran cerita ini dari dekat sebagai bahan laporan kepada Nabi Sulaiman. Terbanglah ia dengan diantar si burung pengembara menuju negeri tersebut. Dan benarlah seperti yang ia dengar sebelumnya dari rekan sesama burung tersebut tentang cerita negeri Saba yang menyembah matahari.

Saat si Hud-hud sedang menyelidik inilah Nabi Sulaiman mengadakan apel siaga, sehingga si Hud-hud tidak stand by di antara barisan para burung. Nabi Sulaiman marah dan mengancam akan menghukum berat si Hud-hud jika datang tanpa argumen yang dapat meringankannya. Cerita selanjutnya sudah seringkali kita dengar, baca atau malah nonton di Video CD/DVD yang banyak dijual bebas…

Mari kita lanjutkan ke scene setelah Ratu Balqis singsingkan anderoknya karena kolam air di bawah lantai istana Nabi Sulaiman yang berlapis kaca…

Betapa malu Ratu Balqis, sampai sampai ia berucap : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (An-Naml : 44)

Sejak saat itu Ratu Balqis ta’luk jiwa raga kepada Nabi Sulaiman, masuk Islam dan hidup bersama Nabi Sulaiman sebagai suami isteri. Kerajaannya disatukan ke dalam persemakmuran Kerajaan Nabi Sulaiman. Keduanya tinggal di Istana berlantai kaca di atas kolam dan hidup bahagia until the death separate them.

Istana ini hanyalah salah satu dari banyak bangunan di dalam Kompleks Istana Raja Nabi Sulaiman. Bangunan lainnya antara lain Tembok beserta gerbangnya, Kuil Tempat Ibadah, tempat tinggal pimpinan Kuil, gedung security, pos penjaga, museum dan perpustakaan serta lainnya. Letaknya di sebuah bukit, sehingga pemandangan dari komplek Istana ini, terutama dari halaman Kuil Tempat Ibadah yang merupakan tempat tertingi di bukit itu, amat sangat indah asri menakjubkan.

Bukit ini menjadi pusat kerajaan Ursyalim pimpinan Nabi Sulaiman yang diwarisi dari ayahnya Nabi Daud. Dan kini, bukit itu lebih dikenal dengan nama Bukit Zion, tempat berdirinya kota Yerussalem, tempat Al-Aqsa berada. Itulah salah satu landasan Zionisme internasional mengklaim Palestina, di mana Yerusalem berada sebagai hak legacy mereka. Dan kini, meski Israel beribukota di Tel Aviv, namun zionis tetap mengklaim Yerusalem sebagai bagian dari Israel Raya, dan klaim ini didukung oleh para kroni Baratnya. Kalau di film trilogy The Matrix, akan kita lihat dengan jelas peta bangunan dan visi-misi zionisme yang ada sekarang ini.

Penguasaan Kompleks Istana Nabi Sulaiman, di mana yang sekarang paling terkenal adalah Kuil Sulaimannya, atau Solomon Temple, mutlak menjadi hal paling penting bagi Zionisme Internasional. Karena mereka yakin klaim mereka atas Bumi Tengah, khususnya sekarang adalah Palestina hanya bisa tercapai dengan penguasaan kompleks Istana ini.

Hanya yang perlu diingat oleh kita sekarang adalah realitas bahwa Zionisme dengan aqidah Kabbalah dan visi Novus Ordo Seclorumnya sama sekali tidak ada hubunganya dengan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Mereka sama sekali bukan keturunan Yahudi yang taat pada Allah dan para Rasul dari Bani Israil. Mereka yang ada kini adalah keturunan Yahudi lama yang tukang ma’siat yang kemudian dikutuk oleh Allah menjadi Kera dan Babi. Zionisme sekarang adalah anak keturunan para penentang Nabi Musa, para pengikut Samiri.

Nanti di akhir zaman, ketika Nabi Isa a.s turun kembali ke bumi, salah satu tugas beliau adalah membunuh Dajjal, yang merupakan pimpinan tertinggi zionisme saat itu dan membunuh Babi. Membunuh babi dalam pengertian tekstual sebagai binatang berkaki empat, mapun membunuh keturunan orang-orang yahudi yang dahulu dikutuk menjadi Babi dan Kera secara kontekstual.

Tentara Dajjal saat ini sudah banyak berkumpul di bukit Zion, lalu dimanakah nanti pasukan Imam Mahdi dan pasukan Nabi Isa berkumpul.. ? apakah kita, anak keturunan kita, siap bergabung dengan pasukan Imam Mahdi dan pasukan Nabi Isa memerangi Yahudi Zionis ataukah malah menjadi pembela mereka?

Pada akhirnya di bumi ini hanya akan ada dua pasukan tentara. Hizbullah, tentara Allah dan Hizbusysyaithoon, tentara Setan. Cobalah tengok siapa sekarang ini yang gemar membela Israel dan zionisme, serta siapa yang membela Allah dan Rasulnya. Maka kita akan lihat, dua macam pasukan ini sudah mulali terbentuk dan mengerucut… tinggal pilihan kita masing-masing, di pihak pasukan mana kita akan berdiri…

Wallahu a’lam. (Bekasi, 13 Oktober 2012)

Advertisements

The Catapult of Giant Killer [8]

April 21, 2011

Benda-benda Peninggalan Para Nabi & Rasul [bag.8]

8.      The Catapult of Giant Killer

Bani Israil… Beberapa kurun waktu setelah Nabi Musa wafat….

Pada mulanya ia hanya seorang penggembala domba biasa saja. Pagi hari membawa wedhus-wedhusnya ke padang rumput lalu kembali ke kandang pada sore harinya. Senyampang menjaga domba-dombanya, ia mengisi hari dan waktunya dengan latihan-latihan pisik olah kanuragan. Berlari, jungkir, merayap, jalan jongkok, push-up, sit-up, olah pernapasan dan tak lupa seringkali memandang alam raya dengan penuh tafakkur dan tadabbur. Demikian ia menghabiskan masa kecilnya sampai tumbuh menjadi seorang pemuda yang kuat perkasa hasil tempaan alam dan kehidupan. Untuk menjaga domba-domba dari serangan serigala, ia juga membuat sebuah katapel sebagai senjata sederhana berfungsi melontarkan batu kerikil dari jarak jauh untuk mengusir serigala yang mencoba menghampiri. Sampai saat demikian, ia tidak tahu bahwa Allah punya rencana besar dengan katapel dan dirinya itu.

Kisahnya bermula dari rekrutmen yang dilakukan oleh rajanya yang bernama Thalut terhadap para pemuda gagah untuk membentuk detasemen-detasemen lasykar reguler dan pasukan khusus yang akan dipersiapkan menghadapi seorang raja penjajah bernama Jalut yang oleh Orang Kulon disebut Goliath.

Raja Jalut ini sudah amat lama malang melintang di Middle Earth alias Bumi Tengah. Menghabisi tentara lokal, menteror dan membunuhi penduduk, memaksa dengan kekuatannya negeri demi negeri untuk menyerah atau mati untuk sebuah sebutan : Sang Penakluk atawa The Conqueror. Banyak sudah negeri yang telah jatuh dalam penaklukan Jalut. Namun meski bentangan kekuasaannya sudah sedemikian besar, ia tak pernah merasa cukup sebelum seluruh Middle Earth ditaklukkannya. Tentaranya segera diarahkan ke negeri lain yang belum ia taklukkan. Ia mengarah ke sebuah negeri Subur bernama Ursyalim…

Raja Thalut merekrut setiap pemuda untuk memenuhi panggilan tugas menjaga tanah air dari serbuan Raja Jalut. Dikirimnya perwira-perwira ke segenap pelosok negeri untuk rekrutment itu. Seorang perwira yang dikirim ke desa-desa sekitar tempat tinggal Daud muda tengah dalam perjalanan kembali dengan orang rekrutannya yang gagah-gagah ketika ia kemudian melewati sebuah padang rumput di tepi sebuah hutan. Ia yang berkuda paling depan tercengang, ketika melihat seorang pemuda anak gembala dengan katapelnya berhasil memecahkan kepala seekor serigala yang mendekati domba-dombanya. Padahal jarak antara gembala dan serigala itu terhitung jauh, dua pelemparan batu.

Sang Perwira mendekati Daud dan berkata : “Kulihat kau membunuh seekor serigala dengan katapelmu itu… sungguh luar biasa bagiku… siapa namamu?”

“Namaku Daud”, jawab sang pemuda gembala sambil memperhatikan sang perwira yang demikian gagah dengan baju zirah yang membalut tubuhnya.

“Negeri ini sebentar lagi akan diserang oleh Raja Kafir bernama Jalut, maukah kau membantu kami mempertahankan negeri ini dari serangannya?” tanya Sang Perwira.

“Oh, tentu saja.. aku senang bila bisa membantu mempertahankan negeri yang aku cintai ini”. Jawab Daud mantap.

Sang Perwira pun membawa Daud bergabung dengan lasykar paramiliter lainnya dan menempatkannya di pasukan khusus. Sang Perwira tidak memperdulikan komplain dari lasykar lain yang menganggap Daud masih terlalu muda dan tanpa pengalaman. Hanya akan menambah korban bagi tentara Jalut saja. Sang perwira hanya tersenyum dan berkata “kualitas seseorang tidak ditentukan oleh umurnya”. Mereka terdiam.

Lasykar dari seluruh negeri berkumpul di alun-alun utama langsung di bawah komando raja Thalut. Mereka dibagi-bagi ke beberapa divisi dan satuan-satuan dengan komandan dan lambang masing-masing kesatuan. Atas rekomendasi perwira yang merekrutnya, Daud ditempatkan pada sebuah unit khusus bersenjata jarak jauh. Tugas mereka adalah melindungi pasukan dari pinggir arena dan membunuh musuh sebanyak mungkin dari jarak jauh. Zaman sekarang kita menyebutnya “Sniper”. Daud mendapat tugas lebih khusus lagi. Ia, bagaimanapun keadaannya, harus fokus pada satu sasaran, yaitu biang tentara penjajah, Jalut.

Setelah seluruh wajib militer berkumpul dan mendapatkan pengarahan dari para komandan lapangan,..berangkatlah tentara Raja Thalut dalam barisan-barisan besar meninggalkan negeri Ursyalim untuk menyongsong tentara Goliath di luar tapal batas negeri. Karena jika Jalut dibiarkan masuk ke negeri Ursyalim, akan hancurlah segala bentuk kehidupan di dalam negeri.

Barisan tentara terus berjalan dalam siang yang panas terik dan gelap malam yang dingin selama beberapa hari. Lelah dan letih sudah merayapi wajah-wajah mereka. Bahkan banyak sekali yang sudah mulai mengeluh dan merengek karena terlalu terbiasa hidup enak di negeri mereka yang subur, sehingga mereka menjadi manja dan tanpa semangat. Keikutsertaan mereka kebanyakan bukan karena niat yang tulus, tetapi terpaksa oleh berbagai macam alasan. Berkali-kali mereka meminta istirahat sampai membuat murka para komandan. Raja Thalut hanya menarik nafas panjang dan mengelus dada menyaksikan tentaranya. Ia bermohon perlindungan pada Allah dari kelemahan mental tentaranya.

Setelah berhari-hari berjalan dalam terik matahari… para pendahulu pasukan menyampaikan kabar pada Thalut bahwa di depan sana ada sebuah sungai berair jernih… “waah.. masalah nih… padahal jarak kita dengan tentara Jalut sudah kian dekat… demikian pikir Sang Raja, lalu ia mengumpulkan para komandan dan akhirnya memberi perintah… “Baik, kita seberangi sungai itu. Tetapi sampaikan pada pasukan bahwa sesampainya di sungai itu, mereka tidak boleh meminum airnya kecuali secidukan tangan saja… yang meminum lebih dari itu bukan lagi pasukanku” para komandan mengangguk mengerti dan segera menyampaikan perintah ini kepada pasukan di masing-masing kesatuannya.

Apa terjadi..? sesampainya di sungai itu, kebanyakan lasykar “berpesta”. Mereka menyelami sungai untuk mandi dan minum sepuasnya sampai perutnya buncit… kecuali sebagian kecil dari pasukan yang imannya telah benar-benar mantap… mereka minum sedikit saja sekadar hilang dahaga.. lalu menyeberang sungai dan siap melanjutkan perjalanan jihad. Sementara kabanyakan tentara yang minum sampai buncit sedang menggelepar tak berdaya. Sebagian sudah tertidur dengan nyenyak di bantaran sungai. Mereka berkata : “Oooh… hari ini gak kuat deh.. lemes banget nih… gak sanggup deh kalau hari ini lanjutkan perjalanan melawan tentara Jalut…”. Thalut dan tentaranya yang setia dan beriman kuat hanya menggelengkan kepala, lalu menyerahkan urusannya pada Allah dan berkata : “Kita lanjutkan perjalanan tanpa mereka. Insya Allah kita akan menemui Allah di ujung perjalanan kita dan akan mendapat kemenangan. Ingatlah, betapa banyak kelompok yang jumlahnya sedikit dapat mengalahkan kelompok yang jumlahnya banyak dengan izin Allah.

Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Quran, Surat Al-Baqarah : 249; “Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Thalut melanjutkan perjalanannya. Tentara anggota pasukannya hanya tinggal sedikit sekali. Tetapi tetap semangat dengan tekad bulat untuk menghancurkan kebathilan/kerusakan dari muka Bumi Tengah. Bagi mereka pilihannya hanya bangkit melawan atau diam dan tertindas selamanya. Maka..sore itu mereka sudah face to face dengan Jalut dan tentaranya. Jarak mereka hanya dipisahkan sebuah bulak panjang yang ditumbuhi rumput dan perdu.. Esok paginya pastilah pertempuran tak akan terhindarkan lagi.

Malam itu Raja Thalut dan para komandan lapangan mengatur strategi untuk menghadapi tentara Jalut yang jumlahnya menjadi puluhan kali lipat dari tentara mereka akibat desersi lasykar di sungai kemarin. Menghadapi Jalut dengan perang campuh dan terbuka akan berakibat kurang baik. Para penyelidik dan mata-mata sudah pula melaporkan bahwa Jalut dan tentaranya sudah siap dengan gelar perang Sapit Urang yang memang sangat menguntungkan karena jumlah mereka yang demikian banyak. “Baiklah, kita bersiap dengan gelar perang Dirada Meta. Namun ingat, di tengah belalai gelar ini adalah untuk mengawal Daud agar bisa mencapai pusat gelar perang Sapit Urang mereka dan Jalut bisa dijangkau oleh Daud. Bisa kalian laksanakan?” Tanya Thalut.

“Siap..!” para komandan serempak menjawab.

“Daud, kau mengerti tugasmu?”

“Siap, tugas saya hanya satu, membunuh Jalut agar seluruh tentaranya menyerah”.

“Bagus. Silahkan kalian kembali ke pasukan, malam ini semua pasukan harus Qiyaamullail dan berdoa pada Allah agar diberi kesabaran, ketetapan hati dan pertolonganNya. Yang tidak ikut qiyaamullail, ikat dia di tenda, jangan diajak perang esok hari karena akan melemahkan pasukan kita”

“Siap..!” para komandan kembali serempak menjawab, lalu kembali ke pasukan masing-masing.

Malam itu, Thalut dan seluruh pasukan Tahajjud seraya berdo’a : “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (Q.S. Al-Baqarah : 250).

Fajar menjelang…. persiapan perang sampai ke tahap akhir…. gelar perang sudah dibentangkan di padang rumput… 2 pasukan berhadapan… Sapit Urang berhadapan dengan Dirada Meta.

…………………….

Matahari terbit tanpa bisa ditahan.. dua pasukan yang tidak seimbang berhadapan. Kavaleri di barisan terdepan, disusul barisan infanteri di belakangnya. Suasana sepi mencekam… aroma maut tercium amat tajam…

Dari arah pasukan Jalut… melompat seekor kuda dengan penunggangnya… seorang utusan. Thalut tidak mau mewakilkan.. ia sendiri mendera kudanya maju… keduanya bertemu di tengah-tengah antara 2 pasukan… keduanya mengangguk berhadapan.

“Wahai utusan tentara Thalut.. siapakah kamu..?” tanya utusan Jalut.

“Aku sendiri Thalut”. Sebutkanlah namamu..!

“Aku Jumawa bergelar Penghirup Sukma. Menyerahlah kalian dan tunduklah di bawah perintah Maharaja Jalut. Atau kalian akan musnah kami gilas… lihatlah betapa kecil pasukanmu. Tak mungkin kalian selamat jika melawan..!”

“Hmm… benar-benar kau jumawa.. bagi kami lebih baik mati dengan kehormatan kami daripada harus tunduk pada raja kafir macam Jalut. Pasukan kami memang kecil dan sedikit, tetapi kami yakin Allah akan memberikan kekuatan untuk menghancurkan kalian..! jawab Thalut dengan mantap.

Tergetar Jumawa di atas kudanya.

“Huahahaha.. baiklah, kalau kau memang mau kematian… akan kami antarkan..!” Jumawa menarik kekang kudanya, berbalik dan kembali ke induk pasukan Jalut.

Thalut pun segera kembali pula. Mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan berteriak… ALLAAHU AKBAR..!!

ALLAAHU AKBAR…!! seluruh pasukan membalas pekikannya.

Dua pasukan bersiap… tangan kanan para komandan dengan pedang dan tombak diacungkan tinggi-tinggi… lalu serempak di tunjukkan ke arah musuh di hadapan….

ALLAAHU AKBAR…! pekik takbir mengiringi lompatan kuda-kuda kavaleri lasykar Thalut. Dengan hati mantap dan yakin akan pertolongan Allah mereka memacu kudanya ke arah pasukan Jalut yang juga tengah maju menyerbu diikuti pasukan infanteri.

Perang pun pecahlah… ujung belalai Dirada Meta segera bentrok dengan moncong gelar Sapit Urang. Gading-gadingnya berhadapan dengan dua sapit yang berusaha menekan dan menggilas pasukan Thalut. Dentang senjata beradu berpadu dengan terikan-teriakan maut. Kepala-kepala berjatuhan, seiring teriakan pasukan yang dadanya tertembus pedang. Darah memerahi padang rumput yang hijau.

Pasukan Thalut yang sedikit itu.. maju tanpa ngeri membabati pasukan kafir. Seolah kekuatan mereka berlipat ganda karena keyakinan dalam dada-dada mereka. Seolah mereka menjadi berlipat jumlahnya dalam pandangan tentara Jalut. Sehingga dengan perlahan tetapi pasti, Unit Khusus Daud mulai mendekati pusat pasukan musuh di mana Jalut yang bagai raksasa, dengan tombak dan pedang besarnya berdiri mengamati pertempuran…

Jalut memandang heran seorang pemuda dengan Katapel di tangan yang tiba-tiba melompat dari pasukan Thalut dan berdiri di hadapannya. Tingginya tidak lebih dari pangkal pahanya… anak muda itu pasti bisa digenggam remuk dengan tangannya yang besar.

“Hai anak muda… siapa kau? Dan apa yang kau lakukan ini? Sekecil kau menghadapi aku. Sekali sentil akan remuk tulang2mu. Hahahaha..” Pongah Jalut bergaya.

“Aku Daud… aku akan membunuhmu..!!”

“Hahaha… ini terima pedangku…!” Jalut mengayunkan pedang dengan jurus Halilintar Membelah Bumi, mengarah ubun-ubun Daud. Ia yakin Daud akan terbelah dua secara simetris oleh pedangnya itu dengan sekali tebas.

Kembali alangkah herannya ia. Pedangnya membentur tanah. Menembus tanah hingga gagangnya.Segera ia cabut pedangnya kembali.. ternyata Daud telah menghindar dengan gesit menggunakan jurus Kijang Ngibrit..! Sebuah kerikil tiba-tiba membentur jidat Jalut. Ternyata sambil menghindar, Daud telah melepaskan kerikil pertama dari Katapelnya.

“Hahahahaha… sebutir pasir tidak akan melukaiku anak muda… senjatamu itu tidak ada gunanya untukku. Kau bunuhlah dirimu agar darahmu tidak mengotori pedangku..hahahahahahahaha…”

Daud bergerak cepat…. kembali sebuah kerikil membentur tenggorokan Jalut. Tapi aneh, kerikil yang bisa membunuh seekor serigal itu seolah angin saja bagi jalut. “Pasti ada kelemahannya”.. Daud membatin sambil menghindari injakan kaki Jalut yang membuat tanah amblas…

“Hahaha… ayo, lekaslah bunuh diri..!” ujar Jalut makin pongah.. “Hahahaha..” sambil kakinya kembali diangkat siap Nge-gedig Daud.

Dalam tawa Jalut yang berkepanjangan itulah Daud melihat seleret sinar di langit-langit mulut Jalut..

Daud membidik sambil melompat menghindari injakan Jalut…

Kembali Jalut mengangkat kaki dan menginjak Daud.. “Mati Kau…! Hahahaha…SSLEBBB…..!! AAAAARRRGGGHHHH…… Jalut berteriak kesakitan… tangan mendekap kepalanya yang serasa pecah… serasa halilintar menghantam kepalanya… bintang-bintang bertaburan menutupi pandangannya… perlahan ia limbung.. bodynya yang raksasa itu berdebam gemuruh di atas tanah… langit-langit mulutnya, dimana terletak jimat pemberian raja setan yang membuatnya kebal senjata telah pecah ditembus batu kerikil dari Katapel Daud.. Raja kafir itu kejang-kejang menggelepar-gelepar menahan sakit… teriakan dan raungan sekaratnya membahana ke seluruh medan pertempuran… seluruh pasukan dari dua pihak terpana.. berdiri mematung tak bergerak.. dentang senjata beradu terhenti.. sunyi…pandangan mengarah ke raja Jalut yang menggelepar bergulingan sekarat… pemandangan yang mencekam. Raja Diraja Bumi Tengah, sedang mengelepar-gelepar di hadapan seorang anak muda…

Kheeerrrkkkkk… Raja kafir yang puluhan tahun malang melintang menaklukkan berbagai bangsa dan negara… melepaskan nafas terakhirnya di tangan seorang anak muda dengan Katapel di tangannya. MATI…!

ALLAHU AKBAR..! ALLAHU AKBAR..! ALLAHU AKBAR..!

Pekik kemenangan Thalut dan lasykarnya membahana di seluruh medan tempur. Tentara Jalut lemas tercengang menyaksikan raja yang selama ini mereka banggakan mati di tangan seorang anak muda anggota pasukan biasa saja. Semangat tempur mereka langsung sirna. Tidak ada lagi motivasi perang bagi mereka. Satu demi satu melemparkan pedang, gada, tombak dan senjata mereka lainnya… lalu terduduk tunduk dengan lesu… menyerah tanpa syarat..

Thalut dan tentaranya kembali ke Ursyalim dengan penuh syukur membawa kemenangan. Para desertir di sungai menatap mereka seakan tak percaya. Daud diarak keliling kota sebagai pahlawan besar dan mendapat penghargaan khusus dari Raja Thalut.

Sepeninggal Thalut yang mati karena usia tua.. Daud diangkat menjadi Raja, dan Allah mengangkatnya sebagai Nabi dan Rasul… Daud memerintah negerinya dengan adil sambil memberikan bimbingan pada rakyat berdasarkan wahyu yang diterimanya dan syariat dari Taurat peninggalan Nabi Musa a.s.

“Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. (Q.S. Al-Baqarah : 251).

Katapelnya disimpan di ruang perbendaharaan istana sebagai benda bersejarah dan diwariskan pada Nabi Sulaiman sepeninggal Nabi Daud a.s. Setelah Nabi Sulaiman a.s. meningal dunia, keberadaan Katapel ini tidak lagi diketahui rimbanya. Namun cerita Katapel Daud tidak pernah pupus sepanjang sejarah. Katapel-katapel lain, dengan Ruh Katapel Daud, telah melontarkan jutaan batu dan kerikil anak-anak Palestina menghantami tank-tank dan tentara Israel La’natullah.

Sungguh ironis. Bangsa Israel yang dulu memenangkan perang melawan Jalut dengan Katapel Daud, kini harus menghadapi Katapel yang hampir sama dengan Katapel Daud dahulu. Dengan semangat spiritualitas yang sama, namun kini bangsa Israel lah yang menjadi “Jalut” dan anak-anak muda Palestina yang menjadi “Daud”.

“Ya Allah, berikanlah kemenangan kepada anak-anak Palestina terhadap penjajah Zionis Israel dan sekutunya..! seperti Engkau dahulu memberikan kemenangan kepada Daud alaihissalaam”.

 

Wallahu a’lam. (Bekasi, 18 April 2011)

Tongkat Sakti [7]

January 15, 2011

Anda boleh bandingkan, mana yang lebih sakti : Tongkat Sun Go Kong si Kera Sakti, Tongkat Son Go Ku The Dragon Ball yang bisa menghubungkan Menara Karin dengan Kuil Dewa, Tongkat Mak Lampir; Nenek Sakti dari Gunung Merapi, Tongkat Badra Mandrawata Si Buta Dari Goa Hantu, Tongkat Dare Devil Si Buta dari New York, Tongkat Harry Potter, Tongkat Gandalf The White dalam LoTR, Atau Tongkat Panji Tengkorak. Atau terserah, tongkat manapun boleh Anda pilih, terserah jagoannya siapa. Juga terserah yang sakti tongkatnya atau orangnya. Lalu check yang mana yang paling sakti.

Ketahuilah, tak satupun tongkat di dunia ini, siapapun jagoan atau penjahat yang menggunakannya, bisa melebihi kesaktian Tongkat Nabi Musa A.S. Sebabnya yang pertama adalah karena Jagoan yang menggunakannya berstatus Nabi dan Rasul, ini level manusia sakti yang paling tinggi. Sebab kedua karena inilah satu-satunya tongkat yang paling banyak disebutkan dalam banyak ayat Al-Quran. Padahal sesuatu itu kalau disebutkan Al-Quran sekali saja, pasti ia istimewa, apalagi berkali-kali. Sebab ketiga adalah karena kesaktian tongkat ini “diisi” langsung oleh Maha Guru Semesta Alam, Allah SWT. Dzat Yang Maha Sakti.

Pada mulanya Tongkat Nabi Musa A.S adalah tongkat biasa, yang beliau gunakan untuk keperluan bertelekan, mengambil daun untuk kambing, mengusir binatang buas, dan lain-lain… Namun setelah beliau bertemu dengan Maha Gurunya di sebuah lembah bernama Thuwaa, tongkat itu berubah menjadi Tongkat paling sakti yang pernah ada di mayapada. Maha Guru Nabi Musa, yaitu Allah SWT, mengisi tongkat itu dengan kesaktian yang amat tinggi, bahkan kesaktian tertinggi di alam semesta, karena Nabi Musa akan berhadapan dengan musuh yang amat kuat, yaitu Fir’aun dan para ahli sihirnya. Kalau kesaktian Nabi Musa hanya ecek-ecek, bisa masalah besar ketika berhadapan dengan Fir’aun dan begundal-begundalnya yang rata-rata ahli sihir kenamaan saat itu… Sementara untuk Nabi Musa sendiri, Allah mengisi hatinyanya dengan dasar-dasar aqidah yang benar lagi kokoh. Kalau phisik sudah terlatih sejak kecil di istana Fir’aun.

Jadi pelajarannya, memiliki sebuah tongkat sakti akan tidak berguna atau akan amat berbahaya manakala pemegangnya tidak memiliki bekal aqidah dan keimanan yang kokoh. Kalau disalahgunakan malah akan mengancam kehidupan dan kelestarian bumi. Contoh tongkat sakti yang berisi tinta di tangan menteri kehutanan… kalau menteri itu gak kuat iman dan gak kokoh aqidahnya, dia bisa tandatangani SK yang berbahaya buat ekosistem hutan…

Kembali ke Nabi Musa.. jadi ceritanya, saat Nabi Musa hidup itu, ilmu sihir hitam atawa Blek Mejik adalah lumrah dipelajari dan diamalkan, meski orang-orang tertentu saja yang bisa menjadi ahli. Orang-orang yang expert di bidang ini mendapat penghargaan tinggi dan bisa jadi partner atawa penasihat penguasa. Tingkat tertingginya adalah jika sudah bisa membuat tongkat atau tali menjadi ular yang bisa hidup merayap cepat atau menari-nari…

Nah, waktu Nabi Musa dituduh sebagai ahli sihir oleh Fir’aun dan dipertandingkan dengan ahli-ahli sihir Fir’aun.. maka ahli-ahli sihir Fir’aun merapal ajian sihir tertinggi mereka… yang saat itu tak ada tandingnya yang lebih tinggi… mereka lalu melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat dan…syiuuutt… tongkat-tongkat dan tali-tali mereka berubah jadi ular-ular amat banyak merayap menggelosor menyerbu mengarah Nabi Musa A.S. Mulanya Nabi Musa keder juga… beringsut hampir lari.. tapi lalu beliau mendengar suara Maha Guru ; “lempar tongkatmu…!”. Nabi Musa lemparkan tongkatnya, lalu seketika berubah menjadi ular amat besar… yang menelan semua ular-ular hasil sihir para tukang sihir Fir’aun… plesss.. semua ular sihir itu habis dimakan ular penjelmaan tongkat Nabi Musa..  Seketika.. para ahli sihir Fir’aun sadar… ini jelas bukan sihir.. Ular yang berasal dari tongkat Nabi Musa itu aseli.. pasti aseli… karena mereka tahu persis ular sihir tidak bisa makan ular sihir lain.. pastilah Musa benar-benar seorang Rasul dari Tuhan semesta alam. Maka mereka pun bersujud dan menyatakan keimanannya pada Allah, Tuhan Nabi Musa dan harun alaiihimassalaam.

Di kesempatan lain, kesaktian tongkat ini terbukti ketika Nabi Musa dan Bani Israil dikejar Fir’aun dan tersudut di tepi laut merah.. lalu Maha Guru perintahkan Nabi Musa A.S. untuk memukul laut merah dengan tongkat itu… PYAARR…! maka lautpun terbelah dua… memunculkan jalan untuk 12 suku Bani Israil, yang kemudian menyeberangi laut dengan selamat, sementara Firaun dan tentaranya tenggelam ketika mencoba menyusuri jalan yang sama di dasar laut itu…

Menilik kesaktiannya, saya menduga tongkat itu terbuat dari bahan metal yang bukan berasal dari bumi dan bisa tahan sampai penghujung zaman. Bagi yang ingin tahu cerita lengkapnya dalam Al-Qur’an, silahkan baca sendiri antara lain di Surat Al-A’raaf, Al-Israa, Thaa Haa, An-Naml, Asy-Syu’araa dan Al-Qashash.

Itulah Tongkat Sakti, senjata pamungkas Nabi Musa A.S. Seorang Nabi yang phisiknya amat kuat, yang bisa menewaskan orang dengan sekali pukulan tangan, yang kesabarannya sangat tinggi dan keimanannya amat kuat. Belum saya temukan riwayat selanjutnya dari tongkat ini sepeninggal Nabi Musa.. Mungkin saja tongkat ini adalah salah satu benda dalam Tabut peninggalan Nabi Musa yang dimiliki raja Thalut, dan bisa jadi setelah beberapa lama tongkat ini jatuh ke tangan Nabi Dawud lalu diwariskan pada Nabi Sulaeman, lalu diamankan Nabi Khidr, dan terakhir dipegang Sayyidina Ali bin Abi Thalib.. Nantinya mungkin akan muncul kembali dan menjadi salah satu senjata utama Imam Mahdi dalam Perang Akhir Zaman, dan keberadaannya kini masih tidak jelas diselubungi mistery. Namun itu hanya dugaan yang tidak ada riwayatnya.

Al-Bait Al-‘Atiiq [6]

January 15, 2011

Tidak ada bangunan di dunia ini yang lebih sering dikunjungi oleh manusia selain bangunan ini. Gak tanggung-tanggung yang berkunjung bisa jutaan orang dalam waktu yang sama. Satu orang kadang tak cukup sekali dua berkunjung ke bangunan ini, meski melewati jarak ribuan mil.. ada yang sampai lebih dari tujuh kali.. malah konon katanya ada yang tiap tahun.. kalo setahun gak ke sana, hidup terasa hampa katanya :-), dah cinta banget..! (duitnya banyak banget..!)

Bentuknya kubus, sehari-hari selalu diselubungi kiswah… sayang saya belum ditakdirkan melihatnya secara langsung meski setiap hari berdiri menghadap ke arah sana. Kalau lihat di gambar atau di tipi sih pernah. Pernah juga dengar ceritanya dari ayah, paman, tetangga, guru atau teman yang pernah pergi ke sana. Kata mereka… dengan menatapnya saja dapat membuat kita berurai air mata. Kata mereka, berada di dekatnya hati terasa damai sejahtera. Kata mereka dunia terasa demikian kecil ketika kita menyentuhnya. Berat hati meninggalkannya. Ada kerinduan membuncah bagi yang pernah ke sana. Belum pernah ada laporan orang yang pernah ke sana berkali-kali merasa bosan. Yang ada, yang pernah ke sana ingin terus ke sana lagi.. terus… terus.. dan terus… Ka’bah memang luar biasa.

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran [3] : 96-97)

Pembangunan pertamanya dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihimassalaam. Diperuntukkan sebagai rumah untuk menyembah Allah SWT. Yang beragama Islam, kalau shalat wajib menghadap ke arah sana. Kalo sholat di dalamnya, bolehlah menghadap mana saja. Letaknya ada di dalam Masjid Al-Haraam di Kota Makkah. Orang-orang musyrik, jangankan berada di dalamnya, berada di Masjid Al-Haramnya pun sudah terlarang.. harooom. Bukan apa-apa ya.. karena dalam pandangan Islam, orang musyrik itu najis, gak boleh masuk Masjid Al-Haram. (Yang susah, pelaku demokrasi, kan ada yang bilang musyrik tuh.. kalo gitu gak boleh pergi haji ke Ka’bah dong ya..? lah terus selama ini bg mana?? Au ah. Pusingg..!)

Ada yang bilangin saya, Ka’bah itu adalah pusat poros bumi.. apa iya? Ada juga berita atau apalah, katanya dari ka’bah terus ke atas sampai ujungnya tiada terhingga, ada semacam radiasi apa gitu… semacam jalur penghubung antara bumi dan kawasan langit… J. Ya bener kali.. saya bukan ahlinya sih… Yang jelas, inilah salah satu peninggalan para Nabi dan Rasul jaman dulu yang masih eksis hingga kini. Meski telah beberapa kali direnovasi, tetapi tidak menghilangkan keasliannya. Pengaruhnya terus menerus terasa ke dalam dada orang-orang muslim dulu dan sekarang. Musuh-musuh Islam berhasrat menghancurkannya karena menjadi potensi amat besar untuk mempersatukan ummat Islam sedunia, karena setiap tahun jutaan ummat Islam berkumpul dan makan bersama sebagaimana layaknya saudara di sana.

Di dekat ka’bah itu juga ada peninggalan lain dari Nabi Ibrahim, yaitu Maqom Ibrahim dan The Black Stone alias Hajar Aswad, alias Batu Hitam. Maqom Ibrahim di Endonesa suka disalahartikan sebagai kuburan Nabi Ibrahim, soalnya di endonesa makam=kuburan, padahal bukan… Maqom artinya Tempat Berdiri, jadi konon kabarnya, itulah tempat dulu Nabi Ibrahim berdiri lama ketika membangun Ka’bah, sampai telapak kakinya mblesek ke tanah dan meninggalkan jejak.. itulah Maqom Ibrahim… disunnahkan shalat di Maqom Ibrahim ini bagi muslim yang pergi ke sana. Menurut riwayat, dijadikannya Maqom Ibrahim sebagai tempat sholat adalah atas usul Umar bin Khaattab r.a.

Sementara The Black Stone, alias Hajar Aswad, alias Batu Hitam (banyak alias gini gawat nih kalau terendus Semen, bisa dikira Teh Roris), konon riwayatnya dulu, itu adalah batu dari surga yang warnanya putih cemerlang.. (kalo digabung dengan daun surga pasti tambah mantepp..!) makin lama makin hitam karena menyerap dosa-dosa manusia. Orang Islam yang thawaf disunnahkan mencium batu hitam ini, yang letaknya di salah satu sudut Ka’bah. Batunya sendiri kalo gak salah sudah gak utuh lagi, tetapi sudah pecah dan pecahan-pecahannya itu ditanam di batu lain yang lebih besar. Kalau musim haji… mau nyium batu ini katanya susahnya minta ampun, hanya takdir dan niat yang mantap yang ada jodoh bisa mencium batu ini.

Paman saya pernah cerita, ia ingin sekali mencium Hajar Aswad walau hanya sekali lalu berdoa pada Allah agar bisa mencium Hajar Aswad. Secara teoritis, itu mustahil, karena bodynya standar endonesa yang tinggi plus minus 160 berat 55-an… sambil thawaf, dekati aja susah dihantami orang-orang hitam besar… tetapi ku kersaning gusti Allah SWT, sekonyong-konyong body paman yang ceking itu terdorong-dorong dan telempar lalu berhenti persis di hadapan Hajar Aswad… Udah gitu… biasanya kan berebut tuh.. baru nempel dah ditarik orang. Ini gak.. di sekeliling dia dijagain orang-orang yang buessarr… jadi bisa dengan leluasa cium-cium Hajar Aswad sepuasnya. Karena doanya ”walau hanya sekali”.. ya sekali itu sajalah beliau dapat kesempatan cium Hajar Aswad, setelah itu gak ada pernah kesempatan lagi sampai kembali ke tanah air dan menceritakan kisahnya.

Pernah juga dapat cerita berbeda, yang ini orang yang bilang ” lah, cuma batu aja, gak nyium juga ga pa pa…” beneran..! Tu orang dari datang sampai pulang… berkali-kali thawaf di Baitullah, biarpun dah deket banget ke tempat Hajar Aswad… tahu-tahu mental terlempar menjauh lagi… gak pernah bisa nyium Hajar Aswad… jadi kalo kata Ayah saya, ”Hati-hati dengan ucapan kita di tanah suci, meski hanya dalam hati”.

Demikian Ka’bah, betapa rinduku. Peninggalan suci Nabi Ibrahim A.S. Bapake para Nabi dan Rasul. Rahmat Allah atasnya..

Camel of The Rock [5]

January 15, 2011

Katakanlah kita ingin membangun sebuah rumah di suatu bukit.. maka yang terbayang pada pikiran kita adalah membawa kayu, batu bata, semen, pasir, paku, atap dan lain-lain ke bukit tersebut dan dibuatlah sebuah rumah di bukit itu… jika persepsi anda seperti itu, maka itu adalah persepsi hampir semua orang..itu tidak salah persepsi..

Tetapi persepsi itu sama sekali salah jika diterapkan pada kaum ini…Kaum ini  cukup membawa palu, pahat, sekop dan pengki jika ingin membuat rumah di bukit atau gunung.. that’s all. Karena kaum ini, jika mengatakan bahwa mereka membuat rumah di bukit, maka yang mereka lakukan adalah memahat bukit batu itu menjadi rumah..! mungkin lengkap dengan jacuzzinya.

Ya, itulah kaum Tsamud, yang hidup beberapa masa setelah kehancuran kaum ’Aad… tingkat kemajuan arsitektur mereka telah demikian tinggi.. mereka memahat gunung-gunung dan bukit-bukit batu menjadi bentuk-bentuk apapun yang mereka suka, terutama memahatnya menjadi rumah-rumah dan gedung-gedung pencakat langit di mana mereka tinggal dengan aman. Mereka oleh Al-Qur’an di sebut Ashaabul-Hijr, penduduk Al-Hijr, sebuah kawasan yang dikonfirmasi terletak di Wadil Quro, sebuah tempat antara Madinah dan Syiria [lihat Q.S. Al-Hijr : 80].

Mereka, sayangnya, tidak mau menyembah Allah, melakukan kerusakan di muka bumi dengan menyembah selain Allah, berlaku sombang dan keras kepala. Maka Allah mengutus Shaleh A.S untuk menyeru mereka agar menyembah Allah, bertaubat dan taqwa kepada-Nya dan taat kepada Rasul Allah.

Hasilnya.. bukannya nurut, malah makin menjadi-jadi gilanya.. keras sekali penentangannya kepada Nabi Shaleh A.S. Mereka dustakan Nabi Shaleh dan tidak mau taat kepadanya. Bilang Nabi Shaleh gila lah, bilang agama Nabi Shaleh meragukan lah.. dan sebagainya… Ujung-ujungnya mereka minta bukti kebenaran Nabi Shaleh… mereka bilang bahwa mereka telah bikin segala macam di bukit batu kecuali sesuatu yang hidup.. maka kalau Nabi Shaleh benar, mereka nantangin Nabi Shaleh untuk mengeluarkan UNTA BETINA keluar dari batu di sebuah bukit…

Nabi Shaleh gemes dan marah juga atas permintaan mereka… “tapi oke lah, aku akan minta pada Allah untuk itu” kata Nabi Shaleh.. Maka atas ijin Allah, Nabi shaleh mengajak kaumnya ke sebuah bukit batu… lalu.. sraaatt..! Nabi Shaleh menarik keluar seekor unta betina..!

Kata Nabi Shaleh : “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” Lihat cerita lengkapnya antara lain di Surat Al-A’raaf [7] ayat : 73 – 79.

Tapi.. dasar kaum Tsamud hatinya terbuat dari batu seperti rumahnya… bukannya beriman setelah bukti kebenaran di depan mata… malah tambah gila.. mereka malah bikin sayembara, siapa yang mau bunuh itu unta betina akan dapat hadiah gadis cuantiiqq… ya jelas aja ada yang nyaut… aku mau..! aku mau….! akhirnya 2 orang berangkat.. mereka tangkap itu unta, lalu mereka sembelih.. abis itu lapor, lalu pesta-pesta sama gadis cuantiq..

Nabi Shaleh dah lepas tangan deh.. mereka diberi waktu 3 hari sampai datang adzab Allah… Belum 3 hari dah pada datang nantangin.. mana adzab itu..? dah cepetan aja tuh adzab datangin… siapa takut… paling juga cuma bluffing aja… huhh…! Nabi Shaleh geleng-geleng kepala, istighfar, usap-usap dada. Bener-bener nih manusia-manusia…

Hari ketiga agak sore dari yang dijanjikan… gelap mendung mulai menggayut… angin berhembus lebih kencang dari biasanya… kaum Tsamud mulai rada keder juga… akhirnya pada ngumpet di rumah batunya masing-masing.. tutup pintu rapat-rapat dan yakin tidak ada yang bisa menerobos ke dalam rumah mereka yang aseli gunung batu…

Ya jelas gak mungkin lah mereka bisa menghindar dari Adzab Allah.. dah diberi waktu untuk tobat 3 hari, gak dimanfaatkan, malah nambah dosa nantangin Allah dan Rasulnya.. maka hari ke empat.. guntur menggegar… gelombang suaranya menghancurkan rumah-rumah mereka, memecahkan gendang telinga mereka, merontokkan jantung-jantung mereka, memutuskan urat-urat syaraf mereka… mereka pun mati seluruhnya.. bergelimpangan di rumah-rumah mereka yang mereka banggakan itu..

 

Look… dengan suara menggelegar mereka mati. Mengapa pakai suara..? mungkin itu yang paling cocok buat mengadzab dan mematikan orang yang lagi ngumpet di perut gunung… mereka pikir aman, ternyata mereka kecele.. mati seluruhnya kecuali Nabi shaleh dan orang-orang yang beriman bersamanya..

Seandainya saja unta betina itu tidak dibunuh, tentu unta betina itu bisa bunting dan ras keturunan unta itu dapat kita temukan pada saat ini… Bibit unta terbaik yang pernah ada, karena unta itu unta mu’jizat, unta yang extraordinary… memang dasar bodoh itu kaum tsamud.. sayang tidak ada keterangan tentang unta itu setelah dibunuh.. mungkin kalo bsa ditemukan fosilnya, lalu masih ada selnya yang aktif, bisa dibuat klonnya.. 🙂

The Power of ‘Aad [4]

January 15, 2011

Adapun kaum ‘Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.

Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.

[Q.S. Fushshilat [41] : 15-16

 

Kaum “Aad dalam riwayat disebutkan adalah Kaum yang teramat sangat kuat tenaganya, badannya besar dan tinggi, berbody raksasa. Hidup tidak terlalu lama dari banjir besar jaman Nabi Nuh.. namun demikian mereka sepertinya melupakan adzab pada ummat Nabi Nuh, mulai kembali ke sisi gelap manusia, membuat kerusakan di bumi dengan menyembah patung-patung dan menyombongkan diri. Mereka mengklaim sebagai Yang Terkuat di muka bumi. Ada cerita bahwa mereka bisa menumbangkan pohon besar dengan tangan mereka, juga bisa jadi dapat mengangkat unta betina sedang bunting hanya dengan satu tangan..

Allah mengutus Nabi Huud A.S. ke tengah-tengah kaum ‘Aad untuk memberi peringatan agar jangan sombong dan hanya menyembah Allah saja. Tetapi mereka mendustakan Nabi Huud A.S dan tetap dalam kesombongan dan kekafiran. Akhirnya Allah memusnahkan mereka dengan angin kencang lagi dingin membekukan selama tujuh malam delapan hari terus menerus..dan mereka seluruhnya mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, sama sekali musnah dan tak ada yang tersisa. Puing-puing tempat tinggal mereka pun akhirnya rata dengan tanah, menyisakan pekerjaan untuk arkeolog-arkeolog modern.

Pencarian terhadap sisa-sisa perkampungan dan fosil kaum ‘Aad masih terus dilakukan, untuk membuktikan cerita bahwa kaum ‘Aad adalah kaum berbody raksasa dengan kekuatan super, namun musnah oleh unsur yang paling lembut di bumi ini, angin. Terbukti, kesombongan berbody besar dan kuat, tak berguna hanya sekedar menghadapi angin…apakah mereka berkehendak menentang Allah yang Maha Kuat dan Maha Besar..?

Nabi Huud a.s memang tidak meninggalkan benda yang bisa kita jadikan koleksi, tetapi beliau meninggalkan sebuah kisah yang seharusnya membuat manusia berpikir kembali tentang akibat dari kesombongannya di muka bumi.

Ataukah para kolektor mau mengoleksi tengkorak kaum ‘Aad yang diduga berukuran raksasa? Pernah ada berita ditemukannya The Skull of ‘Aad, tetapi dikonfirmasi hanya Hoax saja. Jadi.. silahkan lanjutkan pencarian fosil kaum ‘Aad, dan koleksi tenkorak besarnya. Tetapi ingat jugalah apa yang menghancurkan dan memusnahkan mereka.. 😦

Bahtera Nabi Nuh A.S. [3]

January 12, 2011

”Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (Q.S. Huud [11] : 37)

Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). (Q.S. Huud [11] : 38)

~~

Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.” (Q.S. Huud [11] : 44)

 

Seluruh manusia yang kini hadir di bumi adalah keturunan langsung dari orang-orang yang diselamatkan Allah melalui Kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh A.S. ini. Wajar jika semua manusia di bumi yang sekarang ini hidup memiliki kenangan di alam bawah sadarnya tentang kapal ini. Kenangan tentang kapal ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya secara genetis. Kenangan alam bawah sadar tentang kapal ini akan muncul ke permukaan manakala manusia berhadapan dengan air yang volumenya amat besar.. Orang-orang yang sering kena banjir macam orang Jakarta yang paling banyak merasakan munculnya kenangan ini. Setiap kali banjir datang, banyak yang ingat kembali bahtera Nabi Nuh..

Inilah kapal paling sempurna yang pernah dibuat oleh manusia. Inilah bahtera paling fenomenal yang pernah ada di bumi. Inilah bahtera penyelamat yang sesungguhnya. Sampai sekarang manusia masih terus mencoba membuat tiruannya namun tak pernah berhasil. Pernah ada Titanic, yang langsung tenggelam di pelayaran pertamanya. Pernah ada Tampomas, yang menyisakan tangis pilu sisa-sisa penumpang dan keluarga korbannya. Bahkan USS Roosevelt pun tidak bisa menyamai kesempurnaan Bahtera Nabi Nuh A.S. Sampai yang terakhir, sebuah tiruan ide Bahtera Nabi Nuh telah difiksikan dalam film 2012 yang hasilnya sebuah kebingungan besar saja.

Paling tidak ada tiga hal yang menyebabkan manusia tidak berhasil meniru kapal Nabi Nuh ini;

Pertama, Project Leader pembuatan kapal ini adalah MANUSIA SEMPURNA, karena Nuh seorang Nabi dan Rasul. Tidak ada manusia yang lebih sempurna dari seorang Nabi dan Rasul Allah SWT.

Kedua, Supervisor pembuatan kapal ini adalah YANG MAHA SEMPURNA. Detil terkecilpun tidak akan luput dari pengawasan-Nya. Dan Petunjuk pembuatannya adalah petunjuk terbaik yang tidak akan ada duanya. Dan Allah tidak melakukan pengawasan dan petunjuk pembuatan kapal lagi setelah kapal ini.

Hal yang ketiga adalah KESEMPURNAAN TUJUAN. Tujuan pembuatan kapal Nabi Nuh jelas amat sempurna, yaitu untuk menyelamatkan orang-orang beriman yang masih tersisa di muka bumi. Iman satu orang itu harganya jauh lebih besar dari bumi langit dan alam semesta ini, jikapun bumi ini seluruhnya terbuat dari emas, niscaya tidak akan dapat melebihi nilai iman di dalam dada seorang manusia. [ Q.S. Ali Imran : 91 : “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.” ]

Setelah terombang-ambing gelombang banjir besar sekian lamanya, orang-orang kafir sudah tewas seluruhnya, lalu langit berhenti turun airnya, dan bumi menelan air di permukaannya, maka bahtera Nabi nuh A.S pun berlabuh di Bukit Judiy, dikonfirmasi terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia. Para arkeolog sudah memetakan situs ini dan fosil kapal itu masih utuh berbentuk bahtera.

Zionisme internasional sudah sejak lama menguasai situs ini dan melakukan berbagai penelitian dan percobaan terhadapnya. Entah apa maunya mereka. Mungkin mereka pikir bisa selamat di hari kiamat nanti dengan berada di situs ini.. ;-0

Terompah Nabi Idris [2]

January 12, 2011

By : Ahmad Sopiani

Nabi Idris A.S. dikenal amat shaleh, sabar dan paling shiddiq/membenarkan. Bisa dirujuk Al-Qur’an antaranya Surat Maryam : 56-57 dan Al-Anbiyaa : 85-86. Beliau suatu saat diundang Allah untuk melihat-lihat surga, namun dengan syarat harus mati terlebih dahulu. Nabi Idris setuju. Maka setelah dimatikan, Nabi Idrispun diizinkan Allah untuk masuk melihat-lihat surga tetapi hanya sementara, setelah itu harus keluar. Boleh tinggal di surga selamanya nanti, yaitu setelah masuk surga untuk kedua kalinya. Setelah dirasa cukup, maka Nabi Idris pun dipersilahkan untuk keluar dari surga. Setelah berada di luar surga, Nabi Idris berseru : “Ya Allah, aku lupa, terompahku tertinggal di dalam surga, izinkan aku masuk kembali untuk mengambilnya”. Allah pun mengizinkan, maka masuklah kembali Nabi Idris ke dalam surga untuk mengambil terompahnya yang tertinggal di dalam surga.

Tunggu punya tunggu, Nabi Idris tidak keluar juga, maka malaikat yang tadi mengantar keluar, masuk kembali untuk mencari beliau. Ternyata Nabi Idris sedang bersenang-senang di dalam surga. Malaikat mengajaknya keluar, tetapi Nabi Idris tidak mau. Maka malaikat melapor pada Allah.. Kata Allah : “Ya Idris, mengapa engkau tidak mau keluar?” Nabi Idris menjawab : “Ya Allah, bukankah Engkau telah mengatakan bahwa aku boleh tinggal di surga selamanya jika telah masuk surga untuk kedua kalinya? Bukankah aku masuk surga kali kedua ketika aku mengambil terompahku yang tertinggal ?. Allah tertawa dan memuji Nabi Idris A.S.

Terompah Nabi Idris ini tentu saja tidak dapat kita temukan sekarang ini di bumi, karena telah berada di surga sejak saat itu. Jadi tidak bisa kita miliki. Yang bisa kita lakukan, kalau penasaran ingin melihat macam mana terompah Nabi Idris itu, ayo kita berusaha mendapat rahmat dan maghfirah Allah, sehingga kita dimasukkan ke dalam surga-Nya dan diberi kesempatan untuk melihat seperti apa terompah Nabi Idris a.s. tersebut.

Yang dapat saya pahami, sebuah terompah tetaplah terompah.. entah itu sepatu atau sendal, tidak akan memasukkan pemiliknya ke dalam surga. Yang dapat memasukkan seseorang ke dalam surga adalah rahmat Allah SWT. Namun jangan salah… terompah juga bisa menjadi indikasi, juga dapat menjadi sebab ridho ilahi.. misal menjadi indikasi, seperti Aa Gym bilang… Terompah itu tempatkan di kaki jangan di hati. Kalau ditempatkan di hati, terompah bagus membuat tinggi hati, lihat terompah orang lain lebih bagus jadi iri hati dan jika terompah bagusnya hilang jadi sakit hati lalu maki-maki setengah mati…

Kalau terompah jadi sebab ridho ilahi adalah kisah seorang wanita jalang yang memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan dengan cara turun sumur, lalu mengisi terompahnya dengan air, lalu menggigitnya, lalu naik, lalu memberi minum anjing itu dengan air di terompah tersebut… terompah wanita ini juga menjadi buruan kolektor, tetapi nilainya di bawah terompah Nabi Idris A.S. 😉

Wallahu a’lam.

Daun-Daun Surga [1]

January 12, 2011

By : Ahmad Sopiani

Alhamdulillaah, Shalli wa sallim ‘alaa Rasuulillah. Ammaa ba’du.

Kehidupan di bumi ini telah memperdaya banyak sekali manusia. Kehidupan yang singkat, penuh senda gurau dan main-main, layaknya game yang dimainkan anak saya yang umur 4 tahun. Entah apa yang dicari manusia-manusia itu. Seluruh umurnya dihabiskan untuk memperturutkan nafsu amarahnya. Seluruh waktunya dihabiskan untuk menumpuk kekayaan yang pasti akan ditinggalkannya. Seluruh masa mudanya dihabiskan untuk mencari kesenangan semu seciprat dua ciprat lalu sakit-sakitan di hari tuanya.

Ada suami yang setiap hari memukuli istrinya, namun tetap menggaulinya. Ada istri yang setiap hari mencakari dan mencacimaki suaminya, padahal suaminya itu yang dulu ia kejar-kejar sampai ke lubang semut. Ada orang yang banting tulang siang malam mencari harta, lalu anaknya memanggil dia Oom karena hampir tak pernah bertemu bapaknya. Ada istri yang ngotot bekerja dengan alasan nafkah suaminya tidak cukup untuk menutup obsesinya terhadap kata “cukup”. Apakah gerangan yang kau cari wahai manusia?? Esok atau lusa kalian akan mati dan kalian akan diminta tanggungjawab tentang hidup yang kalian jalani.. Apakah mereka tidak berpikiiir..?  harta yang mereka tumpuk-tumpuk itu, dengan alasan untuk masa depan itu, bisa sekejap habis karena kangker… bisa ditinggalkan seketika karena tewas kena peluru nyasar anggota Semen dan tinggallah ahli warisnya bunuh-bunuhan berebut harta warisan.

Tetapi Allah tetap sayang pada manusia, meski manusia ini adalah ciptaannya yang paling ngeyel… paling suka ngelawan… paling gak tau diri… Paling dzolim… paling bodoh… paling malas… paling suka mengeluh, semaunya sendiri…

Karena sayang, Allah utuslah kepada manusia-manusia itu para Nabi dan Rasul, supaya manusia-manusia itu ingat.. tahu diri… taat… cerdas… dan layak masuk surga kelak… Syariat para Nabi itulah yang telah dan terus menyelamatkan banyak manusia dari jurang neraka. Mengembalikan manusia kepada kesejatian penciptaan, yaitu penyembahan hanya kepada Allah SWT saja. Syariat para Nabi dan Rasul itu, sejak awal Kenabian Nabi Adam, sampai akhir kenabian Nabi Muhammad SAW, namanya Islam.

Selain Syariat, para Nabi dan Rasul itu ada pula yang memiliki peninggalan yang mungkin berguna jika kita bisa ambil pelajaran dari penginggalan mereka. Syukur-syukur bendanya bisa kita temukan untuk kita jadikan koleksi yang tak ternilai harganya :

  1. Daun-daun Surga

“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” Q.S. Al-A’raaf [7] : 22.

Inilah benda surga yang paling banyak diburu manusia. Karena daun-daun inilah representasi paling akurat mengenai keberadaan surga yang kekal yang pernah ada di permukaan bumi. Daun-daun ini masih dipakai Nabi Adam A.S dan isteri ketika mereka berdua diturunkan Allah ke Mayapada. Dalam Kitab Tafsir ada disebutkan daun-daun ini berasal dari pohon At-Thiin. Daun-daun ini, karena berasal dari surga, maka tidak pernah mengering, tetap segar abadi sepanjang masa. Daun-daun ini kemudian disimpan oleh Nabi Adam dan isteri dan diwariskan turun temurun kepada anak keturunannya yang paling shaleh dan terpercaya. Orang yang bisa mendapatkan daun-daun ini atau salah satunya, dan meminum air rendamannya, akan berumur sangat panjang dan sehat tak pernah sakit sampai tibanya  waktu Allah mematikan dia. Dari zaman ke zaman, millenium ke millenium, daun-daun ini dirahasiakan keberadaannya karena amat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Ada kemungkinan Samiri di zaman Nabi Musa mendapatkan salah satu dari daun-daun ini, sehingga setelah diusir Nabi Musa ia pergi berkelana di muka bumi tanpa pernah mati dan akan muncul kembali di akhir zaman sebagai Dajjal dan hanya bisa mati jika dibunuh oleh Nabi Isa A.S. Mengapa Nabi Isa? Karena hanya Nabi Isa yang mendapat izin Allah menghidupkan orang mati, sehingga Nabi Isa pula yang diberi Allah kekuatan untuk membunuh Dajjal.

Tabut peninggalan Nabi Musa, juga mungkin salah satu isinya adalah daun-daun surga peninggalan Nabi Adam A.S. Itu sebabnya orang-orang Yahudi sampai sekarang masih terus berusaha mendeteksi keberadaan Tabut ini. Pemuka-pemuka zionis Israel macam Ben Gurion juga sangat terobsesi oleh daun-daun surga karena dengan memiliki daun-daun ini mereka yakin klaim mereka sebagai pewaris bumi ini dapat ditegakkan dan mereka dapat memberlakukan hukum-hukum buatan mereka yang semena-mena. Arkeolog-arkeolog dan banyak sejarawan telah dikerahkan untuk pencarian ini, namun belum ada kita dengar mereka menemukannya.

Apakah mungkin Allah memberitahukan keberadaan daun-daun ini kepada Rasulullah Muhamad SAW?. Namun, jikapun mungkin, pengetahuan itu cukup untuk beliau sendiri karena tidak ada manfaat jika ummat mengetahuinya. Jadi, karena bagi kita pencarian terhadap daun-daun surga peninggalan Nabi Adam A.S ini hampir mustahil, maka jalan lain yang dapat ditempuh adalah dengan berusaha sekuat daya agar kelak di akhirat bisa masuk surga. Dengan demikian, bukan hanya daun-daun surga yang bisa kita dapat, tetapi seluruh fasilitas di surga bisa pula kita nikmati secara kekal abadi.

[Ada pertanyaan; Adakah indikasi dari ayat Qur’an atou hadist nabi yang Shohih bahwa si SAMIRI itu adalah sosok BAKAL DAJJAAL yang kelak akan dibunuh oleh Nabi Isa Alaihi salaam?] katanya supaya ke depan bisa menjadi diskusi ilmiyyah…

Hmm… bagaimana ya… itu cerita di atas jelas2 tidak disebutkan sumbernya alias tidak ada catatan kaki atau foot notenya… jadi jelas-jelas bukan karya ilmiyyah, hanya coretan-coretan sebelum tidur siang… 🙂 Apakah bisa dikategorikan dusta jika cerita seperti itu dirilis…? mungkin ya.. mungkin juga tidak… mungkin tidak karena penulis tidak menyebut itu suatu kepastian, hanya sebuah kemungkinan. Jika sebuah kemungkinan dibuktikan sebaliknya oleh sebuah fakta bahwa kemungkinan tersebut mustahil, maka gugurlah teori kemungkinan itu.

Dalam hal ini, jelas tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjabarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah.. itu tugas Mufassir. Kalau ada terjemah ayat di kutip, itu hanya latar cerita saja supaya agak nyambung.. dan tidak dimaksudkan untuk merendahkan nilai ayat-ayat. Jadi jelas ini hanya bacaan ringan sebelum tidur siang, tidak perlu ditanggapi terlalu serius.. Jikalau tiada disukai, saya mohon maaf…

Namun untuk wawasan lebih jauh tentang asal-usul Samiri dan hubungannya dengan kemunculan Dajjal, rasanya ada sebuah buku, kalau tidak salah karangan Isa Dawud, tentang “Dajjal akan muncul dari Segi Tiga Bermuda”. [terima kasih]

[Ada pertanyaan lain; “asalnya dari mana ya….?” cerita tentang daun-daun surga yang tetap segar dan bisa bikin sehat berumur panjang itu..?] hmm.. yang jelas itu berasal dari sel-sel kelabu di balik tulang tengkorak saya… 🙂  kalau ada yang keberatan dengan karangan tersebut… ya counter write saja atuh.. 🙂