Malam-Malam Yang Melintas

Betapapun sendunya hidupmu kawan

Selalu saja ada saat tertawa gembira

Betapapun bahagianya dikau tuan

Suatu ketika kau kan menangis jua

 

Begitupun aku wahai kawan

Kerap tertawa membahana

Namun kadang saat yang lain

Aku berurai airmata

 

Tahukah engkau sedih kekal penyesalan

Ketika diriku berada di ujung masa

Tanpa cukup bekal ketaqwaan

Kembali ke hadapan Yang Maha Kuasa

 

Malam demi malam melintas pergi

Tanpa satu rakaat pun kuberdiri

Hingga tiba masaku kembali

penyesalan tiada guna lagi

 

Bekasi, 20-01-2015

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: