9. Istana Sang Raja

Sepeninggal Nabi Daud a.s yang wafat di usia tuanya, maka seluruh peninggalan Nabi Daud a.s diwariskan dan dipelihara di bawah pengawasan dan penguasaan putra terbaiknya Nabi Sulaiman yang menggantikan kedudukannya sebagai Nabi dan Raja di Ursyalim, Bumi Tengah..

Peninggalan-peninggalan Nabi Daud a.s amat sangat banyak karena ia seorang raja, tetapi yang paling penting diantaranya adalah; Katapel yang digunakan untuk membunuh raja Jalut (Goliath), sebuah Baju Besi yang terbaik yang ia buat dengan tangannya sendiri, dan Kitab Zabur wahyu dari Allah yang berisi syariat, hakikat dan ma’rifat.

Sejak kecil, Sulaiman telah terlihat kekuatan dan kecerdasannya. Melakukan berbagai laku dan latihan olah kanuragan dan menuntut berbagai macam ilmu lahir dan ilmu batin yang mendukung kekuatan fisiknya yang paripurna. Kesempurnaan ilmu dan fisiknya meliputi seluruh aspek manusia bahkan melebihi batasan-batasan manusia. Dengan ilmu yang dikaruniakan Allah dan berhasil disadapnya, Sulaiman bahkan dapat mengerti dan dapat berbicara dengan bahasa binatang sehingga binatang-binatangpun taat dan patuh kepada beliau. Bahkan lebih jauh lagi… ilmu yang dikuasai Sulaiman juga merambah ke dunia ghaib. Dengan Ilmunya Nabi Sulaiman juga dapat menaklukkan bangsa jin dan memerintah mereka di bawah kekuasaannya.

Kendaraan Nabi Sulaiman adalah kendaraan extraordinary, hanya beliau yang hingga kini dapat mengendarai angin tanpa bantuan alat apapun. Perjalanannya pada pagi hari dengan kendaraan angin itu, setara dengan perjalanan darat selama satu bulan, demikianpun perjalanan sore hari. Demikian Allah mempersiapkan Sulaiman untuk suatu tugas amat besar dan menyempurnakan tugasnya dengan mengangkatnya menjadi Nabi dan Rasul.

Salah satu contoh kecerdasan Nabi Sulaiman a.s adalah sebuah kisah tentang pemilik tanaman dan pemilik binatang ternak. Suatu hari, telah datang kepada Nabi Daud a.s dua orang yang mengadukan perkaranya. Pemilik tanaman mengadukan bahwa tanamannya hancur oleh binatang ternak tetangganya dan memohon keadilan, menggugat ganti rugi. Maka oleh Nabi Daud diberikanlah binatang ternak yang merusak itu kepada pemilik tanaman sebagai gantinya… namun… Nabi Sulaiman yang saat itu masih sangat muda dan hadir pada sidang itu mengusulkan sebuah penyelesaian yang lain kepada ayahnya :  “Wahai ayah, jika demikian adalah kurang adil karena si peternak akan bersedih kehilangan harta bendanya. Aku usulkan agar si peternak memberikan untuk sementara binatang ternaknya kepada pemilik tanaman untuk diambil manfaatnya. Dan sementara itu pemilik ternak harus mengganti tanaman-tanaman itu dengan tanaman yang baru. Apabila tanaman baru telah sampai pada keadaan ketika di rusak ternak itu, maka si pemilik ternak dapat mengambil kembali binatang ternaknya”. Dengan usul Sulaiman yang sangat cerdas ini, maka Nabi Daud a.s menyetujuinya, dan kedua orang yang mengadukan halnya tersebut menerima dengan sangat senang.

Berbekal ilmu dan kecerdasan yang sempurna, landasan mental dari Kitab Zabur, dan kekuatan dari Baju Besi Sakti buatan ayahnya Nabi Daus a.s yang tidak dapat tertembus jenis senjata  apapun,  maka Nabi Sulaiman mulai meluaskan wilayah da’wah dan sekaligus wilayah kekuasaanya. Ditaklukkannya kerajaan-kerajaan kecil di sekeliling Ursyalim yang masih pagan dengan dua opsi; masuk Islam dan taat kepada Allah & Nabi Sulaiman, atau tetap kafir dan diperangi sampai hancur lumat tanpa sisa. Itu karena perintah dalam Zabur sudah jelas, bahwa Paganisme tidak boleh dibiarkan bebas berkeliaran di bumi Allah. Hampir seluruh kerajaan kecil di sekeliling Ursyalim masuk Islam, dan sedikit yang tetap dalam paganisme dihancurkan oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya. Kerajaan Nabi Sulaimanpun menjadi kerajaan terbesar yang ada di Bumi Tengah, bahkan tidak pernah ada lagi kerajaan yang sebesar kerajaan Nabi Sulaiman sampai saat ini bahkan sampai dunia kiamat nanti.

Tentara kerajaan Nabi Sulaiman adalah tentara yang terkuat yang pernah ada di bumi. Tentaranya terdiri atas 3 unsur utama, yaitu tentara dari jenis manusia, tentara dari bangsa burung, dan tentara dari bangsa jin. Setiap saat selalu diadakan apel siaga dari para tentaranya. Mereka akan berbaris rapi dan siap setiap saat menerima perintah. Para komandannya sakti mandraguna dan siap meneruskan perintah-perintah Sang Raja. Tidak pernah barisan tentara Nabi Sulaiman pergi berperang, kecuali kemenangan ada di tangan.

Salah satu kebutuhan penting sebuah pasukan adalah air. Untuk hal ini, pasukan Nabi Sulaiman tidak usah hawatir, ada burung Hud-hud yang bisa mendeteksi sumber air. Burungnya kecil saja, tidak sampai sejengkal panjangnya dari paruh ke buntut. Perannyalah yang besar karena ia harus mencari sumber air untuk kebutuhan pasukan.

Nah, ceritanya si Hud-hud ini suatu ketika bertemu dengan seekor burung pengembara, yang menceritakan adanya sebuah negeri kaya raya subur ma’mur yang dipimpin oleh seorang ratu cantik menarik menawan hati masih single dan muda. Celakanya, penduduk negeri ini tidak menyembah Allah. Mereka menyembah Matahari. Berdasarkan pertimbangan yang matang akhirnya si Hud-hud memutuskan akan melihat kebenaran cerita ini dari dekat sebagai bahan laporan kepada Nabi Sulaiman. Terbanglah ia dengan diantar si burung pengembara menuju negeri tersebut. Dan benarlah seperti yang ia dengar sebelumnya dari rekan sesama burung tersebut tentang cerita negeri Saba yang menyembah matahari.

Saat si Hud-hud sedang menyelidik inilah Nabi Sulaiman mengadakan apel siaga, sehingga si Hud-hud tidak stand by di antara barisan para burung. Nabi Sulaiman marah dan mengancam akan menghukum berat si Hud-hud jika datang tanpa argumen yang dapat meringankannya. Cerita selanjutnya sudah seringkali kita dengar, baca atau malah nonton di Video CD/DVD yang banyak dijual bebas…

Mari kita lanjutkan ke scene setelah Ratu Balqis singsingkan anderoknya karena kolam air di bawah lantai istana Nabi Sulaiman yang berlapis kaca…

Betapa malu Ratu Balqis, sampai sampai ia berucap : “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (An-Naml : 44)

Sejak saat itu Ratu Balqis ta’luk jiwa raga kepada Nabi Sulaiman, masuk Islam dan hidup bersama Nabi Sulaiman sebagai suami isteri. Kerajaannya disatukan ke dalam persemakmuran Kerajaan Nabi Sulaiman. Keduanya tinggal di Istana berlantai kaca di atas kolam dan hidup bahagia until the death separate them.

Istana ini hanyalah salah satu dari banyak bangunan di dalam Kompleks Istana Raja Nabi Sulaiman. Bangunan lainnya antara lain Tembok beserta gerbangnya, Kuil Tempat Ibadah, tempat tinggal pimpinan Kuil, gedung security, pos penjaga, museum dan perpustakaan serta lainnya. Letaknya di sebuah bukit, sehingga pemandangan dari komplek Istana ini, terutama dari halaman Kuil Tempat Ibadah yang merupakan tempat tertingi di bukit itu, amat sangat indah asri menakjubkan.

Bukit ini menjadi pusat kerajaan Ursyalim pimpinan Nabi Sulaiman yang diwarisi dari ayahnya Nabi Daud. Dan kini, bukit itu lebih dikenal dengan nama Bukit Zion, tempat berdirinya kota Yerussalem, tempat Al-Aqsa berada. Itulah salah satu landasan Zionisme internasional mengklaim Palestina, di mana Yerusalem berada sebagai hak legacy mereka. Dan kini, meski Israel beribukota di Tel Aviv, namun zionis tetap mengklaim Yerusalem sebagai bagian dari Israel Raya, dan klaim ini didukung oleh para kroni Baratnya. Kalau di film trilogy The Matrix, akan kita lihat dengan jelas peta bangunan dan visi-misi zionisme yang ada sekarang ini.

Penguasaan Kompleks Istana Nabi Sulaiman, di mana yang sekarang paling terkenal adalah Kuil Sulaimannya, atau Solomon Temple, mutlak menjadi hal paling penting bagi Zionisme Internasional. Karena mereka yakin klaim mereka atas Bumi Tengah, khususnya sekarang adalah Palestina hanya bisa tercapai dengan penguasaan kompleks Istana ini.

Hanya yang perlu diingat oleh kita sekarang adalah realitas bahwa Zionisme dengan aqidah Kabbalah dan visi Novus Ordo Seclorumnya sama sekali tidak ada hubunganya dengan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Mereka sama sekali bukan keturunan Yahudi yang taat pada Allah dan para Rasul dari Bani Israil. Mereka yang ada kini adalah keturunan Yahudi lama yang tukang ma’siat yang kemudian dikutuk oleh Allah menjadi Kera dan Babi. Zionisme sekarang adalah anak keturunan para penentang Nabi Musa, para pengikut Samiri.

Nanti di akhir zaman, ketika Nabi Isa a.s turun kembali ke bumi, salah satu tugas beliau adalah membunuh Dajjal, yang merupakan pimpinan tertinggi zionisme saat itu dan membunuh Babi. Membunuh babi dalam pengertian tekstual sebagai binatang berkaki empat, mapun membunuh keturunan orang-orang yahudi yang dahulu dikutuk menjadi Babi dan Kera secara kontekstual.

Tentara Dajjal saat ini sudah banyak berkumpul di bukit Zion, lalu dimanakah nanti pasukan Imam Mahdi dan pasukan Nabi Isa berkumpul.. ? apakah kita, anak keturunan kita, siap bergabung dengan pasukan Imam Mahdi dan pasukan Nabi Isa memerangi Yahudi Zionis ataukah malah menjadi pembela mereka?

Pada akhirnya di bumi ini hanya akan ada dua pasukan tentara. Hizbullah, tentara Allah dan Hizbusysyaithoon, tentara Setan. Cobalah tengok siapa sekarang ini yang gemar membela Israel dan zionisme, serta siapa yang membela Allah dan Rasulnya. Maka kita akan lihat, dua macam pasukan ini sudah mulali terbentuk dan mengerucut… tinggal pilihan kita masing-masing, di pihak pasukan mana kita akan berdiri…

Wallahu a’lam. (Bekasi, 13 Oktober 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: