Camel of The Rock [5]

Katakanlah kita ingin membangun sebuah rumah di suatu bukit.. maka yang terbayang pada pikiran kita adalah membawa kayu, batu bata, semen, pasir, paku, atap dan lain-lain ke bukit tersebut dan dibuatlah sebuah rumah di bukit itu… jika persepsi anda seperti itu, maka itu adalah persepsi hampir semua orang..itu tidak salah persepsi..

Tetapi persepsi itu sama sekali salah jika diterapkan pada kaum ini…Kaum ini  cukup membawa palu, pahat, sekop dan pengki jika ingin membuat rumah di bukit atau gunung.. that’s all. Karena kaum ini, jika mengatakan bahwa mereka membuat rumah di bukit, maka yang mereka lakukan adalah memahat bukit batu itu menjadi rumah..! mungkin lengkap dengan jacuzzinya.

Ya, itulah kaum Tsamud, yang hidup beberapa masa setelah kehancuran kaum ’Aad… tingkat kemajuan arsitektur mereka telah demikian tinggi.. mereka memahat gunung-gunung dan bukit-bukit batu menjadi bentuk-bentuk apapun yang mereka suka, terutama memahatnya menjadi rumah-rumah dan gedung-gedung pencakat langit di mana mereka tinggal dengan aman. Mereka oleh Al-Qur’an di sebut Ashaabul-Hijr, penduduk Al-Hijr, sebuah kawasan yang dikonfirmasi terletak di Wadil Quro, sebuah tempat antara Madinah dan Syiria [lihat Q.S. Al-Hijr : 80].

Mereka, sayangnya, tidak mau menyembah Allah, melakukan kerusakan di muka bumi dengan menyembah selain Allah, berlaku sombang dan keras kepala. Maka Allah mengutus Shaleh A.S untuk menyeru mereka agar menyembah Allah, bertaubat dan taqwa kepada-Nya dan taat kepada Rasul Allah.

Hasilnya.. bukannya nurut, malah makin menjadi-jadi gilanya.. keras sekali penentangannya kepada Nabi Shaleh A.S. Mereka dustakan Nabi Shaleh dan tidak mau taat kepadanya. Bilang Nabi Shaleh gila lah, bilang agama Nabi Shaleh meragukan lah.. dan sebagainya… Ujung-ujungnya mereka minta bukti kebenaran Nabi Shaleh… mereka bilang bahwa mereka telah bikin segala macam di bukit batu kecuali sesuatu yang hidup.. maka kalau Nabi Shaleh benar, mereka nantangin Nabi Shaleh untuk mengeluarkan UNTA BETINA keluar dari batu di sebuah bukit…

Nabi Shaleh gemes dan marah juga atas permintaan mereka… “tapi oke lah, aku akan minta pada Allah untuk itu” kata Nabi Shaleh.. Maka atas ijin Allah, Nabi shaleh mengajak kaumnya ke sebuah bukit batu… lalu.. sraaatt..! Nabi Shaleh menarik keluar seekor unta betina..!

Kata Nabi Shaleh : “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” Lihat cerita lengkapnya antara lain di Surat Al-A’raaf [7] ayat : 73 – 79.

Tapi.. dasar kaum Tsamud hatinya terbuat dari batu seperti rumahnya… bukannya beriman setelah bukti kebenaran di depan mata… malah tambah gila.. mereka malah bikin sayembara, siapa yang mau bunuh itu unta betina akan dapat hadiah gadis cuantiiqq… ya jelas aja ada yang nyaut… aku mau..! aku mau….! akhirnya 2 orang berangkat.. mereka tangkap itu unta, lalu mereka sembelih.. abis itu lapor, lalu pesta-pesta sama gadis cuantiq..

Nabi Shaleh dah lepas tangan deh.. mereka diberi waktu 3 hari sampai datang adzab Allah… Belum 3 hari dah pada datang nantangin.. mana adzab itu..? dah cepetan aja tuh adzab datangin… siapa takut… paling juga cuma bluffing aja… huhh…! Nabi Shaleh geleng-geleng kepala, istighfar, usap-usap dada. Bener-bener nih manusia-manusia…

Hari ketiga agak sore dari yang dijanjikan… gelap mendung mulai menggayut… angin berhembus lebih kencang dari biasanya… kaum Tsamud mulai rada keder juga… akhirnya pada ngumpet di rumah batunya masing-masing.. tutup pintu rapat-rapat dan yakin tidak ada yang bisa menerobos ke dalam rumah mereka yang aseli gunung batu…

Ya jelas gak mungkin lah mereka bisa menghindar dari Adzab Allah.. dah diberi waktu untuk tobat 3 hari, gak dimanfaatkan, malah nambah dosa nantangin Allah dan Rasulnya.. maka hari ke empat.. guntur menggegar… gelombang suaranya menghancurkan rumah-rumah mereka, memecahkan gendang telinga mereka, merontokkan jantung-jantung mereka, memutuskan urat-urat syaraf mereka… mereka pun mati seluruhnya.. bergelimpangan di rumah-rumah mereka yang mereka banggakan itu..

 

Look… dengan suara menggelegar mereka mati. Mengapa pakai suara..? mungkin itu yang paling cocok buat mengadzab dan mematikan orang yang lagi ngumpet di perut gunung… mereka pikir aman, ternyata mereka kecele.. mati seluruhnya kecuali Nabi shaleh dan orang-orang yang beriman bersamanya..

Seandainya saja unta betina itu tidak dibunuh, tentu unta betina itu bisa bunting dan ras keturunan unta itu dapat kita temukan pada saat ini… Bibit unta terbaik yang pernah ada, karena unta itu unta mu’jizat, unta yang extraordinary… memang dasar bodoh itu kaum tsamud.. sayang tidak ada keterangan tentang unta itu setelah dibunuh.. mungkin kalo bsa ditemukan fosilnya, lalu masih ada selnya yang aktif, bisa dibuat klonnya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: