Al-Bait Al-‘Atiiq [6]

Tidak ada bangunan di dunia ini yang lebih sering dikunjungi oleh manusia selain bangunan ini. Gak tanggung-tanggung yang berkunjung bisa jutaan orang dalam waktu yang sama. Satu orang kadang tak cukup sekali dua berkunjung ke bangunan ini, meski melewati jarak ribuan mil.. ada yang sampai lebih dari tujuh kali.. malah konon katanya ada yang tiap tahun.. kalo setahun gak ke sana, hidup terasa hampa katanya🙂, dah cinta banget..! (duitnya banyak banget..!)

Bentuknya kubus, sehari-hari selalu diselubungi kiswah… sayang saya belum ditakdirkan melihatnya secara langsung meski setiap hari berdiri menghadap ke arah sana. Kalau lihat di gambar atau di tipi sih pernah. Pernah juga dengar ceritanya dari ayah, paman, tetangga, guru atau teman yang pernah pergi ke sana. Kata mereka… dengan menatapnya saja dapat membuat kita berurai air mata. Kata mereka, berada di dekatnya hati terasa damai sejahtera. Kata mereka dunia terasa demikian kecil ketika kita menyentuhnya. Berat hati meninggalkannya. Ada kerinduan membuncah bagi yang pernah ke sana. Belum pernah ada laporan orang yang pernah ke sana berkali-kali merasa bosan. Yang ada, yang pernah ke sana ingin terus ke sana lagi.. terus… terus.. dan terus… Ka’bah memang luar biasa.

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran [3] : 96-97)

Pembangunan pertamanya dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihimassalaam. Diperuntukkan sebagai rumah untuk menyembah Allah SWT. Yang beragama Islam, kalau shalat wajib menghadap ke arah sana. Kalo sholat di dalamnya, bolehlah menghadap mana saja. Letaknya ada di dalam Masjid Al-Haraam di Kota Makkah. Orang-orang musyrik, jangankan berada di dalamnya, berada di Masjid Al-Haramnya pun sudah terlarang.. harooom. Bukan apa-apa ya.. karena dalam pandangan Islam, orang musyrik itu najis, gak boleh masuk Masjid Al-Haram. (Yang susah, pelaku demokrasi, kan ada yang bilang musyrik tuh.. kalo gitu gak boleh pergi haji ke Ka’bah dong ya..? lah terus selama ini bg mana?? Au ah. Pusingg..!)

Ada yang bilangin saya, Ka’bah itu adalah pusat poros bumi.. apa iya? Ada juga berita atau apalah, katanya dari ka’bah terus ke atas sampai ujungnya tiada terhingga, ada semacam radiasi apa gitu… semacam jalur penghubung antara bumi dan kawasan langit… J. Ya bener kali.. saya bukan ahlinya sih… Yang jelas, inilah salah satu peninggalan para Nabi dan Rasul jaman dulu yang masih eksis hingga kini. Meski telah beberapa kali direnovasi, tetapi tidak menghilangkan keasliannya. Pengaruhnya terus menerus terasa ke dalam dada orang-orang muslim dulu dan sekarang. Musuh-musuh Islam berhasrat menghancurkannya karena menjadi potensi amat besar untuk mempersatukan ummat Islam sedunia, karena setiap tahun jutaan ummat Islam berkumpul dan makan bersama sebagaimana layaknya saudara di sana.

Di dekat ka’bah itu juga ada peninggalan lain dari Nabi Ibrahim, yaitu Maqom Ibrahim dan The Black Stone alias Hajar Aswad, alias Batu Hitam. Maqom Ibrahim di Endonesa suka disalahartikan sebagai kuburan Nabi Ibrahim, soalnya di endonesa makam=kuburan, padahal bukan… Maqom artinya Tempat Berdiri, jadi konon kabarnya, itulah tempat dulu Nabi Ibrahim berdiri lama ketika membangun Ka’bah, sampai telapak kakinya mblesek ke tanah dan meninggalkan jejak.. itulah Maqom Ibrahim… disunnahkan shalat di Maqom Ibrahim ini bagi muslim yang pergi ke sana. Menurut riwayat, dijadikannya Maqom Ibrahim sebagai tempat sholat adalah atas usul Umar bin Khaattab r.a.

Sementara The Black Stone, alias Hajar Aswad, alias Batu Hitam (banyak alias gini gawat nih kalau terendus Semen, bisa dikira Teh Roris), konon riwayatnya dulu, itu adalah batu dari surga yang warnanya putih cemerlang.. (kalo digabung dengan daun surga pasti tambah mantepp..!) makin lama makin hitam karena menyerap dosa-dosa manusia. Orang Islam yang thawaf disunnahkan mencium batu hitam ini, yang letaknya di salah satu sudut Ka’bah. Batunya sendiri kalo gak salah sudah gak utuh lagi, tetapi sudah pecah dan pecahan-pecahannya itu ditanam di batu lain yang lebih besar. Kalau musim haji… mau nyium batu ini katanya susahnya minta ampun, hanya takdir dan niat yang mantap yang ada jodoh bisa mencium batu ini.

Paman saya pernah cerita, ia ingin sekali mencium Hajar Aswad walau hanya sekali lalu berdoa pada Allah agar bisa mencium Hajar Aswad. Secara teoritis, itu mustahil, karena bodynya standar endonesa yang tinggi plus minus 160 berat 55-an… sambil thawaf, dekati aja susah dihantami orang-orang hitam besar… tetapi ku kersaning gusti Allah SWT, sekonyong-konyong body paman yang ceking itu terdorong-dorong dan telempar lalu berhenti persis di hadapan Hajar Aswad… Udah gitu… biasanya kan berebut tuh.. baru nempel dah ditarik orang. Ini gak.. di sekeliling dia dijagain orang-orang yang buessarr… jadi bisa dengan leluasa cium-cium Hajar Aswad sepuasnya. Karena doanya ”walau hanya sekali”.. ya sekali itu sajalah beliau dapat kesempatan cium Hajar Aswad, setelah itu gak ada pernah kesempatan lagi sampai kembali ke tanah air dan menceritakan kisahnya.

Pernah juga dapat cerita berbeda, yang ini orang yang bilang ” lah, cuma batu aja, gak nyium juga ga pa pa…” beneran..! Tu orang dari datang sampai pulang… berkali-kali thawaf di Baitullah, biarpun dah deket banget ke tempat Hajar Aswad… tahu-tahu mental terlempar menjauh lagi… gak pernah bisa nyium Hajar Aswad… jadi kalo kata Ayah saya, ”Hati-hati dengan ucapan kita di tanah suci, meski hanya dalam hati”.

Demikian Ka’bah, betapa rinduku. Peninggalan suci Nabi Ibrahim A.S. Bapake para Nabi dan Rasul. Rahmat Allah atasnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: