Daun-Daun Surga [1]

By : Ahmad Sopiani

Alhamdulillaah, Shalli wa sallim ‘alaa Rasuulillah. Ammaa ba’du.

Kehidupan di bumi ini telah memperdaya banyak sekali manusia. Kehidupan yang singkat, penuh senda gurau dan main-main, layaknya game yang dimainkan anak saya yang umur 4 tahun. Entah apa yang dicari manusia-manusia itu. Seluruh umurnya dihabiskan untuk memperturutkan nafsu amarahnya. Seluruh waktunya dihabiskan untuk menumpuk kekayaan yang pasti akan ditinggalkannya. Seluruh masa mudanya dihabiskan untuk mencari kesenangan semu seciprat dua ciprat lalu sakit-sakitan di hari tuanya.

Ada suami yang setiap hari memukuli istrinya, namun tetap menggaulinya. Ada istri yang setiap hari mencakari dan mencacimaki suaminya, padahal suaminya itu yang dulu ia kejar-kejar sampai ke lubang semut. Ada orang yang banting tulang siang malam mencari harta, lalu anaknya memanggil dia Oom karena hampir tak pernah bertemu bapaknya. Ada istri yang ngotot bekerja dengan alasan nafkah suaminya tidak cukup untuk menutup obsesinya terhadap kata “cukup”. Apakah gerangan yang kau cari wahai manusia?? Esok atau lusa kalian akan mati dan kalian akan diminta tanggungjawab tentang hidup yang kalian jalani.. Apakah mereka tidak berpikiiir..?  harta yang mereka tumpuk-tumpuk itu, dengan alasan untuk masa depan itu, bisa sekejap habis karena kangker… bisa ditinggalkan seketika karena tewas kena peluru nyasar anggota Semen dan tinggallah ahli warisnya bunuh-bunuhan berebut harta warisan.

Tetapi Allah tetap sayang pada manusia, meski manusia ini adalah ciptaannya yang paling ngeyel… paling suka ngelawan… paling gak tau diri… Paling dzolim… paling bodoh… paling malas… paling suka mengeluh, semaunya sendiri…

Karena sayang, Allah utuslah kepada manusia-manusia itu para Nabi dan Rasul, supaya manusia-manusia itu ingat.. tahu diri… taat… cerdas… dan layak masuk surga kelak… Syariat para Nabi itulah yang telah dan terus menyelamatkan banyak manusia dari jurang neraka. Mengembalikan manusia kepada kesejatian penciptaan, yaitu penyembahan hanya kepada Allah SWT saja. Syariat para Nabi dan Rasul itu, sejak awal Kenabian Nabi Adam, sampai akhir kenabian Nabi Muhammad SAW, namanya Islam.

Selain Syariat, para Nabi dan Rasul itu ada pula yang memiliki peninggalan yang mungkin berguna jika kita bisa ambil pelajaran dari penginggalan mereka. Syukur-syukur bendanya bisa kita temukan untuk kita jadikan koleksi yang tak ternilai harganya :

  1. Daun-daun Surga

“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” Q.S. Al-A’raaf [7] : 22.

Inilah benda surga yang paling banyak diburu manusia. Karena daun-daun inilah representasi paling akurat mengenai keberadaan surga yang kekal yang pernah ada di permukaan bumi. Daun-daun ini masih dipakai Nabi Adam A.S dan isteri ketika mereka berdua diturunkan Allah ke Mayapada. Dalam Kitab Tafsir ada disebutkan daun-daun ini berasal dari pohon At-Thiin. Daun-daun ini, karena berasal dari surga, maka tidak pernah mengering, tetap segar abadi sepanjang masa. Daun-daun ini kemudian disimpan oleh Nabi Adam dan isteri dan diwariskan turun temurun kepada anak keturunannya yang paling shaleh dan terpercaya. Orang yang bisa mendapatkan daun-daun ini atau salah satunya, dan meminum air rendamannya, akan berumur sangat panjang dan sehat tak pernah sakit sampai tibanya  waktu Allah mematikan dia. Dari zaman ke zaman, millenium ke millenium, daun-daun ini dirahasiakan keberadaannya karena amat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Ada kemungkinan Samiri di zaman Nabi Musa mendapatkan salah satu dari daun-daun ini, sehingga setelah diusir Nabi Musa ia pergi berkelana di muka bumi tanpa pernah mati dan akan muncul kembali di akhir zaman sebagai Dajjal dan hanya bisa mati jika dibunuh oleh Nabi Isa A.S. Mengapa Nabi Isa? Karena hanya Nabi Isa yang mendapat izin Allah menghidupkan orang mati, sehingga Nabi Isa pula yang diberi Allah kekuatan untuk membunuh Dajjal.

Tabut peninggalan Nabi Musa, juga mungkin salah satu isinya adalah daun-daun surga peninggalan Nabi Adam A.S. Itu sebabnya orang-orang Yahudi sampai sekarang masih terus berusaha mendeteksi keberadaan Tabut ini. Pemuka-pemuka zionis Israel macam Ben Gurion juga sangat terobsesi oleh daun-daun surga karena dengan memiliki daun-daun ini mereka yakin klaim mereka sebagai pewaris bumi ini dapat ditegakkan dan mereka dapat memberlakukan hukum-hukum buatan mereka yang semena-mena. Arkeolog-arkeolog dan banyak sejarawan telah dikerahkan untuk pencarian ini, namun belum ada kita dengar mereka menemukannya.

Apakah mungkin Allah memberitahukan keberadaan daun-daun ini kepada Rasulullah Muhamad SAW?. Namun, jikapun mungkin, pengetahuan itu cukup untuk beliau sendiri karena tidak ada manfaat jika ummat mengetahuinya. Jadi, karena bagi kita pencarian terhadap daun-daun surga peninggalan Nabi Adam A.S ini hampir mustahil, maka jalan lain yang dapat ditempuh adalah dengan berusaha sekuat daya agar kelak di akhirat bisa masuk surga. Dengan demikian, bukan hanya daun-daun surga yang bisa kita dapat, tetapi seluruh fasilitas di surga bisa pula kita nikmati secara kekal abadi.

[Ada pertanyaan; Adakah indikasi dari ayat Qur’an atou hadist nabi yang Shohih bahwa si SAMIRI itu adalah sosok BAKAL DAJJAAL yang kelak akan dibunuh oleh Nabi Isa Alaihi salaam?] katanya supaya ke depan bisa menjadi diskusi ilmiyyah…

Hmm… bagaimana ya… itu cerita di atas jelas2 tidak disebutkan sumbernya alias tidak ada catatan kaki atau foot notenya… jadi jelas-jelas bukan karya ilmiyyah, hanya coretan-coretan sebelum tidur siang…🙂 Apakah bisa dikategorikan dusta jika cerita seperti itu dirilis…? mungkin ya.. mungkin juga tidak… mungkin tidak karena penulis tidak menyebut itu suatu kepastian, hanya sebuah kemungkinan. Jika sebuah kemungkinan dibuktikan sebaliknya oleh sebuah fakta bahwa kemungkinan tersebut mustahil, maka gugurlah teori kemungkinan itu.

Dalam hal ini, jelas tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjabarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah.. itu tugas Mufassir. Kalau ada terjemah ayat di kutip, itu hanya latar cerita saja supaya agak nyambung.. dan tidak dimaksudkan untuk merendahkan nilai ayat-ayat. Jadi jelas ini hanya bacaan ringan sebelum tidur siang, tidak perlu ditanggapi terlalu serius.. Jikalau tiada disukai, saya mohon maaf…

Namun untuk wawasan lebih jauh tentang asal-usul Samiri dan hubungannya dengan kemunculan Dajjal, rasanya ada sebuah buku, kalau tidak salah karangan Isa Dawud, tentang “Dajjal akan muncul dari Segi Tiga Bermuda”. [terima kasih]

[Ada pertanyaan lain; “asalnya dari mana ya….?” cerita tentang daun-daun surga yang tetap segar dan bisa bikin sehat berumur panjang itu..?] hmm.. yang jelas itu berasal dari sel-sel kelabu di balik tulang tengkorak saya… :-)  kalau ada yang keberatan dengan karangan tersebut… ya counter write saja atuh..🙂

One Response to “Daun-Daun Surga [1]”

  1. Kuala Lumpur-car-rental Says:

    alhamdulillah..teks penulisan yang sangat baik dan bagus bagi kita untuk memikir dan menghayatinya..terima kasih kerana sudi berkongsi..sesungguhnya ilmu allah itu sangatlah luas jauh dari logik akal kita untuk memikirkannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: