Archive for June, 2010

[penampakan kedua] ABDUN

June 15, 2010
Sejatinya hidup dan kehidupan ini amat  sangat sederhana.
Aku tinggal terima saja kenyataan bahwa aku  hidup.
Lalu bertanya-tanya untuk apa aku diberi  hidup.
Selanjutnya tinggal mengisi kehidupan ini  dengan jawaban pertanyaan tersebut.
 
Jawabannya kudapat dari BPH, Buku Pedoman  Hidup.
Buku itu aku dapatkan dari toko buku  seharga dua puluh ribu.
Pengarangnya amat sangat terkenal jadi  tidak pernah dituliskan.
Pun rata-rata orang Islam tahu kepada siapa  pertama kali isi buku itu didiktekan.
 
Pengarang BPH itu berkata bahwa  :
Dia ciptakan Jin dan manusia, Hanya untuk  satu tujuan saja.
Menjadi ABDUN bagi diri-Nya. Mengabdi  kepada-Nya
Sungguh simple alias  sederhana.
 
ABDUN itu selalu  patuh.
ABDUN itu selalu  menurut.
ABDUN itu hanya  berkata.
Kami mendengar dan kami  taat.
 
Sifat ABDUN selalu sama kapanpun dan  dimanapun.
Yang sahaya sama, yang merdeka tidak  berbeda.
Hanya status saja kadang bias  berwarna.
Yang merdeka membeli, yang sahaya  dibeli.
 
Manusia berstatus ABDUN sahaya seperti  itu.
Seharusnya ABDUN nya Allah juga seperti  itu.
Jikalau tidak mau dengar tidak mau  taat.
Ada hukuman yang sungguh amat  berat.
 
Siapa yang dipatuhi, sudah ada info  ilahi.
Siapa yang dituruti, juga telah ada teladan  hakiki.
Tinggal lagi aku, merenungi eksistensi  diri.
Terengah-engah mencoba menjadi hamba  sejati.
 
Buku Pedoman Hidup sering  kubaca.
Meski setengah umur baru beberapa kali  mengulangnya.
Kadang kubaca pula makna  artinya.
Tapi lumpuh tak bertenaga kala  mengamalkannya.
 
Tempatku bekerja merilis pedoman untuk  produknya.
Agar pengguna dapat maksimal  memanfaatkannya.
ABDUN Tuhan dilengkapi pedoman untuk  hidupnya.
Rasanya sedikit saja yang mau  membacanya.
 
Kalau menjadi ABDUN itu perintah  tertinggi
Maka yang memerintah Yang Maha  Tinggi
Kalau aku bisa menjadi ABDUN  sejati.
Berarti nilai kemanusiaanku menjadi paling  tinggi.
 
Bekasi, Sabtu, 5 Juni  2010
Advertisements