Archive for April, 2010

[penampakan pertama] Ngimpii kali… :-)

April 23, 2010

Sebuah paragraph dari sejawat memberi ingat….

Kata “ngimpii kali…” di [intro] sungguh tak tepat…

Karena Husnul Khotimah sudah sepakat bulat…

Sepanjang hayat semangat harus dapat…


Inilah transkripnya :

“Anton Lampung” ariantono@ezyload.xxxxx wrote:

Mas Ahmad Sopiani, bagus sekali tulisan anda. Namun mohon maaf untuk akhir kalimat mohon kiranya dirubah terutama pada kata-kata : ngimpi kali. Karena bagaimanapun kita wajib ber khusnudzan Pada Allah. Doa saya semoga anda dan semua anggota milis ini termasuk di dalam yang anda ucapkan itu. Mohon maaf apabila kurang berkenan.

Nuwun
Wassalamualaikum wr.wb
Ariantono


Aku tak hendak menyanggahnya…

Karena skrip nya benar semata…

Doanya pun luar biasa semoga dikabulkanNya…

Terima kasih kuucap atas apresiasinya…

Tapi kawan…

Candaku dengan ngimpii kali itu bukan tak bermakna…

Tentu ada maksud yang kumau dibaliknya…

Itupun tentu kutujukan untuk diriku…

Bagiku yang iman dan amal masih abal-abal…

Bagiku yang sujud dan pasrah hanya gombal…

Bagiku yang kiamat dan hisab seolah hayal…

Mengharap surga sungguh tidak ideal…

Kawan…

Aku ingin diriku punya iman benar…

Tapi kata kawan yang salafi…

Aku terkontaminasi syirik besar…

Kawan…

Aku ingin punya amal besar…

Tapi seorang ikhwan menyesali…

Mungkin amalku riya bagai kayu terbakar…

Tahukah kau kawan…?

Rahmat Allah selalu tercurah pada hambaNya…

Itu kata Ustadz di pengajian sebelumnya…

Tanyaku “Bagaimana cara menjadi “hambaNya”?…

Ayoo.. bijimana coba caranya…?

Bekasi, Jum’at 23 April 2010

Advertisements

[intro] Aku Semakin Tua

April 21, 2010

Hari ini aku tersenyum,.. sendiri,… membaca beberapa deret kalimat di file lawas… rasanya belum lama dari terakhir aku membaca file itu.. ternyata tanggalnya telah lampau 5 tahun…


Kemarin-kemarin aku tersenyum,… sendiri… melihat anakku yang umur 3 tahun tak tik tak tik dengan mouse di depan computer sedang main CD Anak Cerdas atau Feeding Frenzy


Aku masih ingat, dulu kalau main game pergi ke “Ding Dong”, main Pac-Man atau Space Invaders, entah dimana kini Pac-Man berada. Mungkin sudah kumpul dengan Mario Bross atau Si Huma.


Satu dua rambut putih mulai menyeruak, lagak laguku masih ingin seperti remaja. Akhirnya dapat julukan REMAKO. Kalau tidak remako ya disebut ABG… Angkatan Babe Gue kata anak sekola..


Luar biasa waktu berlalu, bagai anak panah berapi melintas di langit selepas tengah malam…

Luar biasa waktu berlalu, bagai kereta express di bumi tempat masa kecil Oshin Tokugawa

Luar biasa waktu berlalu, umpama salju runtuh di ketinggian puncak-puncak Himalaya…

Sekejap membias, lalu secepat itu semuanya kandas dan sirna tak tersisa…

Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).”

(Q.S. Al-Mu’min [40] : 67)

Suka atau tidak, proses itu terus berlanjut… tak ada manusia mampu menahannya. Pun masalah bukan pada suka atau tidak sukanya… melainkan pada siap atau tidaknya… pada apa proses rentang gerak itu diaplikasikan, pada bagaimana mensikapi eksistensi, pada apa dihabiskan dan dilalui, pada nuansa waktu yang mana diri berguna dan pada masa mana hanya menuruti angkara murka.

Aku ingat pepatah “Keberuntungan hanya berpihak pada orang-orang yang siap”…

Seorang miskin papa putus asa, mengikatkan tali serabut ke sebatang dahan tinggi, lalu mengalungkan ujung satu lagi melingkar ke lehernya… peri hutan berkaca-kaca, kecian dia… berbaik hati menampakkan diri dan menawarkan harta pusaka sepeti emas… Sang miskin papa melonjak melompat gembira setengah mati… tak lama kemudian sepenuhnya mati karena tali masih melingkar dilehernya ketika ia melompat. Sang miskin papa tidak siap untuk beruntung, ia siapnya mati…


Menjadi tua dan menjadi mayat adalah dua hal yang tidak ada obatnya di dunia ini… krim anti penuaan tidak akan mempan. Memajang patung-patung dan lukisan telanjang di dalam rumah dengan harapan tidak ada malaikat yang mau masuk, termasuk malaikat maut, tidak akan membuat awet hidup… tua dan mati akan tetap terjadi, yang penting mungkin bagaimana caranya agar dua hal itu menjadi tepat pada waktunya.


Tepat pada ketika aku menua, iman dan amalku meningkat pesat… Tepat pada ketika tiba waktunya mati, aku sedang bersujud pasrah pada ilahi… Tepat pada ketika hari perhitungan tiba, aku didaulat masuk surga… maunya….ngimpii kali…:-))

Bekasi, 21 April 2010

(by Ahmad Sopiani)