Jurus Gerak Kilat

38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

(Q.S. An-Naml : 38-40)

 

Orangpun datang dan akan kembali

Kehidupan kan jadi satu

Di kehidupan yang kedua

Akan menjadi lebih indah

 

Siapakah yang dapat melaksanakan

Sekarang berusaha mewujudkannya

 

Cahaya cinta perlahan menyilaukan

Itulah mimpi kehidupan kedua

Mimpi itu dari mana datangnya

 

Jawabnya ada di ujung langit

Kita kesana dengan seorang anak

Anak yang tangkas dan juga pemberani

 

Bertarunglah Dragon Ball

Dengan segala kemampuan yang ada

Bila kembali dari langit

Semoga hidup kan jadi lebih baik

 

Tugas yang berat dilaksanakan

Berjuang agar lebih baik

Siapa yang dapat melaksanakannya

Dan berusaha mewujudkan

Semua ini demi hidup yang baik

Hanya dia yang mampu melaksankannya.

 

(Dragon Ball Theme song-Indosiar)

 

Hidup adalah gerak, gerak adalah hidup, meski tidak semua yang bergerak adalah makhluk hidup, meski tidak semua makhluk hidup bisa bergerak. Hidup dan gerak seringkali disatukan dalam satu frase “gerak hidup” untuk menunjukkan saling keterkaitan yang erat antara keduanya.

Saya agak sulit memahami gerak ini, bukan karena saya bukan ahli fisika, bukan pula karena saya tidak bisa bergerak, tetapi ada demikian banyak gerak yang sepertinya mirip dalam hal berpindah dari satu titik ke titik lain, namun memiliki demikian banyak ragam dan variasi yang mencengangkan… seperti tercengangnya para penelusur jejak kehidupan melihat teramat banyaknya gerak kehidupan yang tiba-tiba meruyak pada era Kambrium, yang dikenal dengan “Ledakan Kambria”.

Contahlah gerak sel sperma yang tumpah di tuba fallopi, gerakannya gesit, cepat, dan pasti menuju satu titik dimana sel telur berada. Kalau dalam perjalanan banyak yang tidak tahan dan mati, itu adalah resiko perjuangan. Padahal sel sperma belum punya pikiran ataupun hasrat yang menuntunnya pada tugas membuahi sel telur. Gerak sel sperma sepertinya telah diatur demikian sejak design dan prototype pertamanya diciptakan. Gerak yang luar biasa mencengangkan mulai dari kecepatan, ketepatan sampai pada sisi aerodinamikanya, tanpa sel sperma tersebut tahu ia telah terikat pernikahan atau tidak. Pokoknya kalau sudah diluncurkan, lansung tancap gas saja menuju sasaran dengan kecepatan maksimal.

Contoh gerak yang lain adalah gerak gigitan semut Dacetine atau Semut Pemburu. Luar biasa hebat. Kecepatan kedipan mata kita sangat lambat jika dibandingkan dengan kecepatan gigitan semut ini ketika menjebak mangsanya. Kelopak mata kita membuka dan menutup dalam sepertiga detik; rahang semut Odontomachus bawi bekerja 100 kali lebih cepat. Gigitan tercepat yang teramati memakan waktu 0,33 milidetik (Harun Yahya, Keajaiban Semut).

                Tadinya saya pikir akan mudah saja menulis tentag gerak ini, tetapi setelah dilakoni, kenyataannya malah lebih banyak diam tak bergerak karena tidak terpikir apa yang akan membuat jari-jari ini bergerak mengetik. Bahkan bagaimana jari-jari bergerak dengan pas menurut keinginan hati (atau otak?) di atas tuts-tuts kibot pun tidak terpikir bagaimana prosesnya. Ternyata diri ini bodoh sekali, bahkan memahami gerakan tubuh sendiri pun tidak bisa.

                Kalau begini caranya, bagaimana bisa memahami bahwa ketika kita berjalan, bukan tubuh kita yang berpindah tempat, melainkan bumi di bawah kita yang kita pijaklah yang berpindah… Kalau begini caranya, bagaimana bisa memahami mengapa seekor bebek menyeberang jalan… padahal kata Jupe, bebek itu menyeberang jalan karena ada sang jantan di seberang sana…uuhh..tambah kacau…

                Intinya begini,… berdasarkan ayat 39 dan 40 Surat An-Naml yang saya kutip di atas, akhirnya saya yakin bahwa dalam kehidupan dunia yang dilingkupi ruang dan waktu ini, pada orang tertentu dan pada kondisi tertentu, ruang dan waktu itu dapat ditembus dan dimanipulir sedemikian rupa sehingga orang tersebut dapat terbebas dari kungkungan ruang dan waktu untuk melalukan sesuatu lalu ketika selesai kembali lagi ke lingkup ruang waktu tersebut. Jadi dari sisi manusia yang melakukannya, bisa jadi hal tersebut memerlukan waktu yang lama, namun dari sisi manusia yang menyaksikan disekitarnya hal tersebut hanya beberapa detik atau beberapa saat saja, bahkan tidak sampai sekedipan mata. Atau bisa pula sebaliknya, si pelaku merasa sebentar saja, sehari atau setengah hari, tetapi sesungguhnya itu berdurasi ratusan tahun (Check; Al-Baqarah : 259, Al-Kahfi : 19 & 25).

                Dengan keyakinan bahwa menembus ruang dan waktu adalah hal yang bisa terjadi, maka saya dapat memahami dan meyakini bahwa perjalanan Isra dan Mi’raj Rasulullah SAW dilakukan dengan jasad dan ruh beliau sekaligus, bukan hanya sekedar mimpi yang benar atau sekedar ruhnya saja. Masih mendingan Rasulullah yang tidak membawa benda apapun yang jadi beban ketika pulang, di banding anak buah Nabi Sulaiman as. yang pulangnya sambil memanggul Kursi Besar punya Ratu Bilqis. Tambahan lagi, tak mungkin hanya Abu Bakr yang mendapat gelar As-Shiddiq kalau hanya mempercayai mimpi Rasulullah.

                Yang menjadi pertanyaan saya kemudian adalah, dapatkan kondisi menembus ruang dan waktu itu dihadirkan kembali dengan mempelajarinya? Dapatkah kita, zaman sekarang ini bergerak dan berpindah, misalnya, dari Bekasi ke Bandung lalu kembali lagi ke Bekasi dalam hitungan nol koma sekian detik sambil bawa Peuyeum sebagai bukti baru balik dari Bandung? Atau dapatkah kita kembali ke seratus tahun lalu dan kembali ke mas kini tanpa menjadi tua? Dapatkah?

Memangnya, kalau bisa menembus ruang dan waktu mau ngapain?

                Hehehe… mau apa ya… supaya kalau punya mertua delapan gampang ngaturnya? Ah… gak juga, bukan itu.. Atau supaya bisa ngangkut emas di Port Knox ke Cibitung…? gak juga deh… atau supaya bisa ngacak-ngacak kekuasaan ratu beatrix dan ratu elisabeth…? bukan juga… paling-paling juga ingin kembali ke lima belas atau duapuluh tahun lalu, mengunjungi diriku sendiri, lalu aku tendang-tendangin dan gaplokin diriku di masa lalu itu supaya aktipitasnya tidak hanya tidur dan main-main saja…supaya dia banyak ibadah, kerja keras, belajar dengan tekun dan giat, banyak membaca dan menghapal Al-Quran dan berhenti dari segala macam kedunguan… hehehe…

                Sebenarnya sudah ada satu tokoh yang bisa melakukan itu di masa kini, dia bisa menembus ruang dan waktu dan bisa bergerak dengan kecepatan yang extraordinary sehingga bisa berpindah tempat bahkan berpindah antar planet dan antar galaksi hanya dalam hitungan kejapan mata, bahkan bisa sambil membawa barang atau orang lain bersamanya. Dia bisa melakukan itu karena mempelajarinya dengan tekun. Bahkan ilmu itu dia beri nama; Jurus Gerak Kilat. Dia adalah Son Go Ku, tokoh utama film animasi Dragon Ball yang theme songnya saya kutip di atas.

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”.

Jadi, ilmu menembus ruang dan waktu dalam sekejap mata Insya Allah dapat dipelajari dan diaplikasikan jika kondisi yang sesuai dapat dihadirkan kembali dalam kehidupan kekinian. Orang dulu, zaman Nabi Sulaiman, yang belum ada teori quantum saja bisa, mengapa sekarang tidak?  Dan sekejap mata ya, bukan hanya mempersingkat waktu tempuh Bekasi-Bandung dari 4 jam menjadi 2 jam. Kalau mempersingkat waktu tempuh dari 4 jam menjadi 2 jam sih, PT. Jasa Marga juga bisa….

 

Bekasi, 24 September 2009/5 Syawwal 1430H.

Ahmad Sopiani

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: