Pergi Haji dengan Uang Rokok

“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. (Peringatan Pemerintah).

Masih hangat penyambutan jamaah haji yang pulang dari tanah suci. Di desa saya ada tradisi untuk mengunjungi jamaah haji yang baru tiba, untuk mendengarkan secara langsung pengalaman mereka ketika beribadah haji, serta mengucapkan selamat datang kembali ke kampung halaman dengan tak kurang suatu apa, selain itu dapat bonus air zam-zam dan kurma. Belum pernah terdengar jamaah haji yang ceritanya seram tentang tanah suci. Semua cerita mereka membangkitkan emosi orang yang belum haji untuk bisa berangkat juga ke tanah suci, dan membangkitkan kenangan indah orang yang sudah pernah pergi haji untuk bisa kembali lagi beribadah di tanah haram. “Kapan saya bisa pergi haji…..”, demikian pikir yang berkunjung.

***

Dalam sebuah sesi ceramahnya, Aa Gym pernah secara berseloroh, tanpa kehilangan keseriusan, menghimbau agar para perokok, jika mau merokok di tempat umum, membawa plastik yang besar untuk menutup kepalanya, agar asap rokoknya  tidak terkena orang lain.

Himbauan semacam itu mungkin seperti bercanda dan  dianggap angin lalu bagi sebagian orang, namun bagi saya pribadi, apa yang dikatakan Aa Gym itu amat sangat sarat makna, karena rokok dan perokok merepresentasikan banyak hal dalam Islam. Entah itu yang disebutkan dalam Al-Quran ataupun banyak hal yang disebutkan dalam Sunnah.

Hampir seluruh kasus kecanduan rokok adalah “penyakit keturunan”. Seperti layaknya penyakit keturunan, adakalanya orang tua tidak menurunkan penyakitnya kepada anaknya, namun lebih sering yang menurunkan penyalit keturunan itu kepada anaknya. Artinya dalam hal ini adalah, orang tua yang perokok tidak dapat berharap banyak anaknya tidak kecanduan rokok.

Maka setiap orang tua dan calon orang tua berkepentingan untuk ikut serta dalam kampanye anti rokok demi mempersiapkan generasi muda yang lebih sehat dan bebas mulut berbau asbak.

Kandungan Rokok

Rokok adalah satu-satunya produk di dunia yang mengandung hampir semua jenis racun dan zat kimia berbahaya. Berpuluh jenis racun dan zat kimia berbahaya ada dalam rokok, semisal ; Carbon Monooxida, Carbon Dioxida, Timbal, Arsenik, Nicotine, Tar, dlsbg.

Kalau anda ingin keterangan yang lengkap tentang rokok, datanglah ke Palang Merah Indonesia, Puskesmas, Rumah Sakit dan banyak tempat lagi yang akan memberikan keterangan dengan cuma-cuma.

Dengan demikian banyaknya kandungan zat berbahaya dalam rokok, maka saya pikir tidak terlalu salah bila ayat 6 Surat At-Tahriem dalam Al-Quran ; “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…, juga ditujuan untuk hal yang satu ini, meskipun agak diluar konteks ayat.

Keuntungan Merokok

Saya tidak menutup mata, bahwa komoditas yang satu ini diminati banyak orang karena memberi keuntunggan bagi banyak pihak; pemerintah (cukai), masyarakat (penyerapan tenaga kerja), produsen, agen, penjual, bahkan pecandunya. Masing-masing punya sisi cerita yang berbeda dalam keterlibatannya, namun dalam lingkaran yang sama tentang air seni setan ini.

Maka agar cerita tentang rokok ini tidak terlalu tegang, saya akan mengutip tiga keuntungan merokok menurut Alm. Ayah dari isteri saya ;

1.  Rumahnya tidak akan dimasuki maling

Sebab tiap kali maling mau masuk, yang di dalam batuk, ohok..ohok… Si maling jadi mengurungkan niatnya untuk masuk, karena dia pikir yang punya rumah belum tidur. Biasanya maling menunggu yang punya rumah tidur baru masuk.

2.  Kain sarungnya selalu baru

Sebab tiap kali pakai sarung lalu merokok, bunga apinya kena kain, bolong. Kain bolong tidak sah untuk shalat, jadi beli lagi kain baru. Begitu terus. Jadi kain sarungnya baru terus.

3. Rambutnya tidak akan beruban

Soalnya, rambutnya belum beruban, ajal keburu datang.🙂

Kerugian Merokok

Masih menurut ayah mertua saya (yang ini serius);

Pertama, Dokter dan tenaga kesehatan manapun akan mengatakan bahwa rokok sangat merugikan kesehatan. Itu juga diakui pemerintah dengan kewajiban mencantumkan kalimat : “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin” di setiap bungkus rokok kepada produsennya.

Jadi bagi pecandu rokok, bersiaplah, mungkin suatu saat ia akan lebih banyak bercinta dengan rokok daripada dengan istrinya karena impotensi. Lagi pula para istri akan malas bercinta dengan suami yang mulutnya bau asbak. Begitupun sebaliknya, suami enggan dekat dengan istrinya yang ngebul terusss.

Kedua, Dari segi agama hukumnya paling tidak makruh. Makruh secara harfiah artinya dibenci. Dibenci oleh manusia dan dibenci oleh Allah. Jika satu batang rokok satu kali dibenci, maka jika sehari sepuluh batang rokok,  maka seorang perokok dibenci sepuluh kali sehari oleh Allah dan manusia. Dibenci pacar sehari satu kali saja susahnya bukan main, ini dibenci Allah sepuluh kali sehari, coba bayangkan susahnya. Itu jika hitungan perbatang. Bagaimana jika hitungannya dibenci Allah dan manusia setiap hisapan dan hembusan, hitung sendiri jumlahnya.

Kata siapa gitu, sebetulnya rokok tidak berbahaya kalau tidak ada korek apinya.🙂

Narkoba Berawal Dari Rokok

Pada banyak kasus kecanduan narkoba, terutama jenis ganja, yang saya ketahui, awalnya adalah kecanduan pada rokok. Karena ingin rokoknya lebih mantap atau alasan apapun, maka dicobalah “rokok lintingan” alias “nyimeng”. Jadi layak juga jika “GRANAT, Gerakan Nasional Anti Madat” mulai melirik jenis madat yang satu ini.

Bahaya Bagi Perokok Pasif

Perokok pasif adalah orang yang turut menghisap asap rokok dari orang yang merokok. Menurut para ahli kesehatan, perokok pasif menanggung bahaya yang amat lebih besar ketimbang penghisapnya. Ini berarti bahwa seorang yang menghisap rokok di dekat orang lain, maka ia telah berperan besar dalam menjerumuskan orang lain, bisa saja itu adalah keluarga terdekat yang dicintainya, ke dalam bahaya. Itu sebabnya jauh-jauh hari ketika “Rasulullah ditanya; apakah sifat seorang muslim yang paling baik, beliau menjawab: seseorang  yang menyelamatkan muslim lainnya dari lisannya dan perbuatan tangannya”. (H.R. Bukhari & Muslim, dari Abdullah bin Amr bin Ash)

Kita ta’wil-kan saja lisan sebagi penikmat rokok dan tangan yang memegangnya.

Hukum Merokok Dalam Islam

Sejak dulu hingga kini, apabila anda bertanya hukum merokok, maka anda akan mendapatkan jawaban makruh. Titik. Makruh itu jika ditinggalkan mendapat pahala, jika dilakukan tidak berdosa, tetapi dibenci.

Bagi saya sekarang rasanya itu tidak cukup. Dengan semakin banyaknya bahaya rokok yang dapat diketahui secara umum, mestinya hukum merokok ditingkatkan seiring peningkatan bahaya yang diketahui timbul darinya. Jika merokok di area publik diyakini mengancam kesehatan banyak orang, terutama perokok pasif, maka saya usulkan lewat tulisan ini agar MUI mengeluarkan fatwa haram merokok di tempat umum dan tempat tertentu, seperti di Angkot, Bis, RS, Sekolah, Kantor-kantor dsb.

***

Jika Anda setuju dengan apa yang saya tulis ini, alhamdulillah. Namun jika apa yang saya sampaikan ini tidak pembaca setujui, itu sepenuhnya hak anda yang layak saya hormati, namun paling tidak banyak orang yakin bahwa merokok termasuk tindakan tabziir, “dan janganlah bertindak mubazzir, karena sesunguhnya orang-orang yang berlaku mubazzir itu adalah saudara-saudara setan. Dan setan itu amat ingkar kepada Tuhannya.

(Q.S. Al-Israa : 26-27)

***

Kita sambung kembali ke awal tulisan. Jika Anda perokok dan dengan tulisan ini tergugah untuk berhenti, maka uang rokok Anda bisa untuk pergi haji. Begini ngitung-nya ;

Jika sehari anda habiskan sebungkus rokok, harganya katakanlah Rp. 5.000,- Jadi jika uang rokok dikumpulkan, dalam sebulan terkumpul kira-kira Rp. 150.000,- Dalam setahun terkumpul kira-kira Rp. 150.000 x 12 bulan = Rp. 1.800.000. Dalam Sepuluh tahun menjadi Rp. 18.000.000,- dan dalam 20 tahun menjadi 36.000.000,- (cukup untuk BPH, kurang-kurang dikit sih bisa cari tambahan).

Jika umur Anda sekarang 30 atau 35 tahun, maka anda bisa pergi haji dalam umur 50 atau 55 tahun. Umur 50 atau 55 adalah umur pada umumnya orang Indonesia pergi haji. Jangan bilang hal ini mustahil sebelum anda mencobanya, karena tidak ada yang mustahil jika Allah menghendaki. Jadi?? Mau pergi Haji?? Saya pribadi tidak bisa pergi haji dengan uang rokok karena saya tidak merokok.

Wallahu a’lam.

Jakarta, 2005

Ahmad Sopiani

One Response to “Pergi Haji dengan Uang Rokok”

  1. freeda Says:

    tuing..tuing.. hummph.. kayaknya bapak kudu baca ini deh!! ^_~ syukron pak sopian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: