Riksa Ajendiri Sopiani

Melupakan akar fundamental bagi seseorang sepertiku, rasanya tidak mungkin. Karena itu aku tidak bisa lupa bahwa aku ini bagaimanapun, secara ras, adalah Urang Sunda, salah satu suku bangsa yang cukup besar di Endonesa. Sejarah panjang Urang Sunda di Endonesa memberikan kecintaan yang besar pada kesundaan dalam diriku. Meski aku tidak menguasai budaya Sunda kecuali bahasanya, namun itu sudah cukup untuk membuatku ingin ikut andil dalam upaya “ngamumule budaya sorangan”, memelihara budaya sendiri. Itu sebabnya anak ketigaku aku beri nama dalam bahasa Sunda; Riksa Ajendiri Sopiani. Riksa artinya “jaga” atau “pelihara”. Ajendiri artinya “harga diri” atau “kehormatan diri”.

Ia lahir pada pkl. 06.05, 6 Ramadhan 1427H bertepatan dengan 14 Oktober 2006. 4.1 kg berat lahirnya, dengan tali ari-ari di lehernya, telah membuat kelahirannya adalah perjuangan berat bagi ibunya. Namun Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Kini, setelah usianya lebih dua tahun, ia telah menampakkan kesehatan, kelincahan, kecerdasan dan kesempurnaan anak manusia yang tidak kalah dengan kakak-kakaknya Dilla dan Aura. saat ini bicaranya sudah sangat lancar alias bawel, meski beberapa hurup belum bisa ia lapalkan sehingga beberapa kata agak sulit aku pahami sebelum minta diterjemahkan kepada ibunya.

Rambut keritingnya mewarisi rambut dari nenek moyangnya yang di bogor dari pihak ibu. Senyumnya mewakili klan Sopiani, hidungnya tetap ikut Leuwiliang🙂

Riksa Ajendiri Sopiani, satu lagi harapan masa depan.

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: