Kendala Penegakan Syariah

Usaha-usaha penegakan syariah di Indonesia telah cukup banyak dilakukan, termasuk pada kali pertama kemerdekaan Indonesia akan diproklamirkan, yang dituangkan dalam Piagam Jakarta yang sejatinya akan dibacakan dalam proklamasi dan masuk ke dalam Mukaddimah UUD. Namun kemudian ditelikung dan dikhianati di tengah jalan, sehingga kita lihat kenyataan sekarang ini 7 kata dalam Piagam jakarta “Dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” tidak bisa dijumpai dalam Lembaran negara. Usaha itu terus dilakukan hingga kini meski dalam banyak kesulitan dan rintangan yang banyaknya tak kepalang, diantaranya yaitu :

  1. Untuk merubah konstitusi negara, harus dilakukan oleh lembaga tertinggi negara. Lembaga tertinggi negara dipilih oleh rakyat lewat Pemilihan umum, Pemilu itu sistem demokrasi ala barat yang diharamkan oleh banyak kalangan, sehingga yang memilih dan terpilih dalam pemilu adalah mereka-mereka yang tidak mengharamkannya yang bagian terbesarnya adalah orang yang tidak peduli bahkan anti pada penegakan syariah. Memang ada sejumlah kalangan pro penegakkan syariah yang masuk ke sistem politik nasional, tetapi mereka ini kekuatannya tidak terlalu ceegneepeekaan, sehingga lebih “bermain halus”.
  2. Penegakkan syariah, hampir tidak mungkin disetujui oleh para pengambil keputusan tingkat tinggi, karena dampak syariahnya akan mengena, berbalik pada sebagaian besar mereka sendiri. Sebagaian besar mereka lah yang nantinya harus dirajam/didera, dipotong tangan, diqishas, atau dipotong leher atau sebagian hartanya disita karena tidak bayar zakat.
  3. Masyarakat umum alias ummat juga punya problem psikologis yang cukup besar. Banyak rasa ketakutan ditanamkan oleh musuh-musuh Islam kepada benak umat Islam, sehingga para penentang penegakkan syariah justeru datang dari kalangan “umat Islam” sendiri. Jadinya Al-Islaam mahjuubun bil muslimiin.
  4. Islam Indonesia memiliki potensi lebih besar dari banyak negara-negara Islam disatukan, karena itu musuh-musuh Islam senantiasa gigih giat berjuang untuk membuat Islam di Indonesia selalu dalam keadaan tak berdaya dengan banyak hal sehingga tidak sempat lagi berpikir untuk membangun Islam. Dibuatlah itu alira-aliran sesat yang banyak menguras energi umat. Dibuatlah itu banyak organisasi dan partai yang bikin umat tidak pernah bersatu. Dibuatlah itu label dan sebutan seram terhadap Islam; teroris lah, fundamentalis lah, ekstreem lah… dikirimlah itu pengacau-pengacau yang bikin dan ledakkan bom, yang seolah-olah itu dilakukan oleh umat Islam. Dibuatlah itu skenario supaya Islam bentrok dan kelahi dengan kristen di banyak daerah…
  5. Pembodohan massal terhadap umat Islam, lewat media massa; koran, tabloid, majalah, radio, televisi, sehingga umat Islam terlena dalam sinetron-sinetron cinta, tenggelam dalam tayangan ghaib yang menyesatkan, dan terpukau oleh indahnya kulit dan bentuk perempuan (yang masih muda loh….usia antara 17 s/d 30 lah gitu…🙂).
  6. Umat Islam di Indonesia dicekoki dan digempur oleh berbagai kemusyrikan, perdukunan, sihir dan sebagainya.

Jadi rasanya tidak lah aneh jika Indonesia ini tenggelam ke dasar samudera, atau tertutup lava pijar dan debu vulkanik, atau amblass ke dalam bumi, atau mental ke matahari diterjang angin badai, atau ditimbun lumpur dari dasar bumi, atau sekalian terhapus dari peta bumi.

Pilihan yang agak rasional adalah revolusi, tetapi jelas itupun sulitnya tak terkira.

Wallahulmuwaffiq.

6 November 2007
Sopian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: