Diri Ini

Selasa, 23 Maret 2004, Aku memulai babak baru samudera kehidupan ketika Allah yang Maha Mengetahui Semua Rahasia mendamparkan aku di sebuah Pulau Besar bernama LG Electronics. Tak pernah ku sangka tiada ku kira, nyatanya LG Electronics adalah sebuah Global Company yang subsidiary nya ada di hampir seluruh permukaan bumi. Alhamdulillah, ternyata kehidupan menghanyutkan aku ke sebuah pulau yang layak untuk kujadikan tempat berlabuh.

Yang aku ingat, ketika kecil dulu, ketika menuliskan cita-cita di Pengajian anak-anak di Musholla At-Taqwa, aku ingin menjadi Guru Besar Agama Islam… Cita-cita yang sangat biasa untuk seorang anak yang dibesarkan dilingkungan NU yang pagi sekolah SD, siang sekolah di MI dan malam Mengaji di Musholla. Karena cita-cita ini, atau mungkin karena hal lain, aku rajin sekali mengaji dan sekolah di MI meski kemudian MInya bangkrut kurang murid dan sisa muridnya dipindahkan ke MI lain, termasuk aku. Yang masih kuingat di MI itu hanya Bu Guru Yayah binti H. Kamil yang senyumnya membuat semua anak lupa pada korengnya masing-masing yang dikerubungi lalat.

Pergi sekolah pagi hari bertelanjang kaki, dengan satu buah buku diselipkan pada celana di punggungku tidak mengurangi semangatku untuk menuntut ilmu atau mungkin untuk berkumpul dengan kawan-kawan. Nyeker tak mengapa, karena saat itu yang sekolah pakai sepatu bisa dihitung. Sepatu dan buku bukan hal penting saat itu, banyak hal lain yang lebih penting, karena Kampung Jati di Desa Jatiuwung, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang pada tahun 1980 itu tidak banyak dihuni orang-orang kaya. Jadi Sepatu itu tidak penting, seperti juga tidak pentingnya mencatat dengan standar orang kota tanggal lahir dari anak-anak.

Aku ingat, ketika harus mengisi formulir tanggal lahir, Abah hanya ingat aku lahir tanggal 25 bulan Puasa tahun 1973. Akhirnya dikutak-katik kira-kira tanggal berapa jatuhnya 25 bulan puasa itu di kalender nasional. Ketemunya 25 September 1973. Jadilah itu tanggal lahir resmiku sampai sekarang, meski belakangan aku yakin, tanggal itu pastilah salah…🙂

Entah karena cita-cita atau karena arus saja, selulus SD aku sekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Tangerang di Cikokol, sekitar 7 kilometer dari tempat tinggalku. Saat itu ekonomi Abah sudah agak bagus, dan beliau sudah bisa membelikan aku sepeda mini. Dengan sepeda itu aku pergi sekolah hampir setiap hari. Kalau pas lagi apes, ban sepeda kempes dan dituntun pulang berkilo-kilometer. Yang sekarang terasa aneh sekolah di MTsN saat itu adalah karena murid laki-laki memakai seragam celana pendek jauh di atas lutut, yang dikemudian hari membuat aku menanggung malu pada hari pertama di Ciputat.

(To be continue…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: