PKS, Negara Islam n NKRI

PKS, Negara Islam dan NKRI ~ Hubungannya dengan Khilafah

PKS
Saya bukan kader PKS, simpatisan? Mungkin sedikit, karena ikut memilih pasangan HADE… heheee…. Dulu kalo gak salah Sari pernah sebutkan istilahnya.. “Variabel Bebas” ya..? semacam itulah. Secara emosional mungkin ada sedikit kedekatan karena Ust. Hidayat Nur Wahid adalah guru saya di Ciputat. Secara pribadi saya tidak mengharamkan ikut pemilu, baik nasional yang milih DPR/D/Presiden, ataupun pilkadal, dengan berbagai pertimbangan dan terutama karena untuk saat ini, itulah satu-satunya pilihan yang rasional bagi saya sambil tetap berusaha ke arah opsi yang lebih baik. Karena itu bagi saya sangat wajar ketika kawan-kawan ”usroh” (demikian dulu saya menyebutnya) memilih mendirikan partai dalam upaya men-shibgoh Endonesa. Saya hargai dan turut berdoa semoga sukses dan mendapat ridho Allah SWT.

Saya ingat dulu ketika seorang kawan mengajak “hijrah” ke NII, saya dengan tegas menolak. Dia ngotot bahwa “hijrah” itulah pilihan yang benar dan tepat. Dengan sabar dan tegas saya menolak dan mengajak untuk seiring waktu melihat dan menyaksikan apakah cara klandestein yang berhasil ataukah secara ikut sistem yang ada. Itu sekitar 14 tahun yang lalu. Entah dimana kini ia berada, mungkin sudah bergabung di Az-Zaitun Indramayu J, atau malah sudah tobat dan kembali ke permukaan lalu bergabung dengan PKS J. Wallahu a’lam.

Saya membayangkan, kalau PK dan kini PKS secara gamblang menyuratkan visi dan misinya di atas kertas dalam sebuah manifesto untuk mendirikan Negara Islam Indonesia, mungkin cerita tentang PKS akan berbeda dengan kenyataan sekarang. Lain ceritanya jika PKS menebar visi menjadikan Negara Indonesia yang Islami. Cerita terakhir ini yang lebih santer beredar, “menjadikan Negara Indonesia yang Islami (Beriman, Bertaqwa, Jujur dan Bermartabat alias tidak bermental inlander)”.

NKRI
Dalam UUD’45 disebutkan Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik.
Negara Kesatuan lawan dari Negara Serikat, USA adalah negara Serikat, 50 state bergabung (unity) dalam satu pemerintahan pusat. Malaysia adalah negara serikat. Indonesia adalah Negara Kesatuan, Satu Negara dengan provinsi-provinsinya. China juga adalah negara kesatuan. Pernah dulu PAN membuka wacana tentang Indonesia menjadi Negara Serikat, langsung dihajar rame-rame J. Indonesia sendiri pernah mengalami menjadi Negara Serikat, sebelum kemudian kembali menjadi negara kesatuan.

Republik adalah suatu bentuk sistem pemerintahan negara dimana kekuasaan ada ditangan rakyat dan diimplementasikan dengan cara pemilihan umum. Mottonya DARI rakyat, OLEH rakyat dan UNTUK rakyat. Artinya dalam pemilihan umum tersebut, calon penguasa adalah bagian DARI rakyat dan dilakukakan pemilihan tersebut OLEH rakyat negara bersangkutan dan hasilnya UNTUK dini’mati rakyat negera tersebut. Pahit atau manis hasil pemilihan tersebut diniscayakan oleh penguasa terpilih, apakah penguasa terpilih itu memuaskan dahaga kesejahteraan rakyat atau hanya untuk dahaga pribadi dan kroninya. Indonesia adalah negara Republik, Iran adalah Negara Republik. Yang lain dari Republik diantaranya adalah Monarchi, seperti Saudi Arabia, Monaco atau Inggeris. Saudi Monarchi Absolut, Inggeris Monarchi Konstitusional. Monarchi mana yang diterapkan di suatu negara, bergantung pada negara tersebut. Yunani sudah sering ganti-ganti sistem, dari Monarchi ke republik, ke Monarchi lagi.. lalu balik lagi ke republik… terserah rakyatnya menentukan, biasanya lewat mekanisme referendum.

Negara Islam
Iran Negara Islam, bentuknya Republik. Saudi Negara Islam, bentuknya Monarchi. Paling tidak mereka mengaku negara Islam. So, kalau demikian yang disebut Negara Islam bisa mengejawantah dalam berbagai bentuk sistem pemerintahan. Yang mana bentuk yang paling mendekati idealisme Negara Islam ? Apakah dalam Islam ada secara spesifik menyebutkan suatu bentuk negara Islam? Jaman rasulullah hidup, sistemnya Theokrasi, segala hal atas petunjuk dan diatur Allah dan Rasulullah SAW. Sepeninggal Rasulullah SAW, Abu bakar r.a naik menjadi khalifatu rosuulillah atas penunjukkan tidak langsung dari Rasulullah SAW. Umar bin Khattab jadi Khalifatu khalifatu Rosuulillah atas penjukkan Abu Bakar r.a. Utsman bin Affan jadi khalifatu khalifatu khalifatu rosuulillah berdasarkan penunjukkan dewan syuro yang dibentuk Umar bin Kattab r.a. Ali r.a menjadi khalifah karena pembaiatan langsung dari kaum muslimin. Lalu jaman khilafah Ummawiyah dan Abbasiyyah, bentuknya sudah Monarchi Absolut.

Bagaimana suatu negara bisa disebut sebagai Negara Islam?
Selama ini dipahami bahwa Negara Islam adalah Negara yang kehidupan sosialnya menerapkan Syariat Islam dengan Al-Qur’an dan Sunnah serta Ijma sebagai sumber hukum. Juga dipertegas dalam kontsitusi negara dimana hukum Islam diberlakukan dalam semua lini kehidupan sebagai hukum positip. Kalau demikian, bentuk negaranya bisa apa saja, yang penting konstitusi yang berlaku adalah kostitusi Islam alias Dasar Negaranya Al-Quran dan Sunnah. So, bisakah Endonesa menjadi Negara Islam meski tetap dalam bentuk NKRI ? Tentu saja BISA, mengapa TIDAK ? mungkin namanya diganti sedikit menjadi NKRII=Negara Kesatuan Republik Islam Indonesia. Suatu negara ganti nama kan sudah lumrah di dunia ini; Muangthai jadi Thailand, Kongo jadi… apa tuh..lupa… Burma jadi Myanmar dll.

Bagaimana teknisnya menjadikan Endonesa sebagai Negara Islam? Ada dua cara; pertama REVOLUSI macam di Iran, kedua secara konstitusional lewat pemilu/ referendum. Yang mana paling cocok di Endonesa, tentu saja REVOLUSI, tapi belum ada yang berhasil ngerjain itu karena berbagai hal. Akhirnya dipilih oleh sebagian rekan secara konstitusional memasuki sistem, ikut pemilu, ikut pilkadal dlsbg. Apakah realistis? Ya, tentu saja, tetapi sifatnya long term, dan kendalanya juga seabrek sehingga bagi sebagian rekan lain itu hanya hayalan tingkat tinggi. Secara spesifik mungkin bisa dijabarkan dengan cara berikut :
Ikut pemilu, menangkan DPR dan Presiden. Setelah jadi Presiden dan Mayoritas di DPR & MPR, ganti semua perangkat negara ie: MA, kejagung, Panglima dan Kastaf TNI, kabinet, dll oleh ikhwan/akhwat yang concern dengan NKRII. Setelah semua perangkat negara siap, adakan sidang DPR/MPR untuk mengganti Pancasila dengan Al-Quran dan Sunnah, ganti UUD 1945 dengan Syariat Islam dan ganti nama negara menjadi Republik Islam Indonesia. Kalau resistensi terhadap hal tersebut terlalu tinggi, awali terlebih dahulu dengan referendum yang isinya dua pilihan : 1. Tetap sebagai Republik Indonesia yang Sekuler, 2. Berubah menjadi Republik Islam Indonesia. Kalau dalam pemilu bisa menang mutlak, tidak sulit memenangkan referendum.

Kendala :
Ummat Islam sudah terlanjur ber/dipecah belah dalam berbagai kelompok, partai, golongan dan kepentingan, sehingga…
Agak utopis untuk menjadikan ikhwan dan akhwat yang concern terhadap isu Negara Islam sebagai mayoritas di DPR, dan
kenyataan bahwa Islamophobia yang terbesar justeru ada di kalangan umat Islam Endonesa sendiri.
Zionis dan kaki tangannya akan selalu berusaha menjegal dan menghancurkan pergerakan.
Musuh dalam selimut yang disusupkan kepentingan zionis dan kapitalis, serta
Penguasaan aset-aset negara yang penting; Bank, BUMN, Media Massa, Sumber Daya Alam, kini ada di tangan Zionis Kapitalis.

Jika dua jalan di atas tidak bisa juga, maka jalan kompromi sementara untuk Endonesa adalah dengan mewarnai perundang-undangan negara yang berlaku sebagai hukum positip oleh sebanyak mungkin hukum-hukum yang bersumber dari Islam; Al-Quran dan Sunnah. Untuk itu mutlak diperlukan mayoritas di DPR dan Lembaga Kepresidenan. Karena kalau cuma salah satu tidak akan bisa mengundangkan sebuah undang-Undang menjadi hukum positip. Seperti diketahui, sebuah Undang-Undang yang sudah disahkan DPR, tidak akan berlaku jika tidak dicatatkan dalam Lembaran negara (Staatsblad), yang ditandatangani Presiden. Btw, UU Anti Pornografi dan pornoaksi apa kabarnya ya ? RUU Halal kira-kira tembus gak ya?

Khilafah
Masalah lebih jauh, Islam sebenarnya tidak mengenal State of nation. Bangsa-bangsa dan suku-suku itu diakui Al-Quran bukan untuk saling berbangga aku Indonesia atau aku Pakistan atau Aku Saudi, melainkan untuk saling mengenal dan saling belajar dan akhirnya saling membantu. Sistem negara bangsa itu adalah pengejawantahan pemikiran zionis untuk memecah belah kekuatan Islam di dunia. Lalu dibumbui dengan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap bangsa. Tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa ’Ajm kecuali kalau ia lebih taqwa. Karena itu, pemikiran tentang perlunya khilafah bukanlah mimpi ketika terjaga di siang bolong, hal itu realistis dan bisa diperjuangkan. Yang saya pahami dari khilafah adalah adanya persemakmuran dunia Islam yang didalamnya terdiri dari banyak negara-negara/wilayah-wilayah Islam yang tunduk pada seorang Khalifah yang berkedudukan di salah satu Negara Islam. Untuk komparasi kita bisa lihat Kepausan di Vatikan. Di negara manapun adanya orang Katholik, ia akan tunduk pada aturan yang ditetapkan Paus. Eropa bisa lebur menjadi Uni eropa, bukan tidak mungkin beberapa negara Islam meleburkan diri menjadi Uni Islam dan mengangkat salah satu pemimpin dengan kredibilitas tertinggi sebagai Pemimpin tertinggi/khalifah yang akan mengatur Uni islam itu. Setelah itu baru negara-negara islam yang lain satu demi satu menggabungkan diri untuk berbaiat pada pemimpin tertinggi Uni Islam itu. Untuk sampai pada hal tersebut, jelas perlu disiapkan state-state of Islam yang juga siap untuk lebur menjadi satu persemakmuran Islam yang besar. Karena itu amat wajar, jika ikhwan dan akhwat ingin khilafah kembali tegak, maka syarat pertamanya adalah menguasai negara tempat tinggal. Berpikir Global, bertindak lokal.

Sebuah impian akan tetap ada di alam impian jika tidak ada usaha untuk membawanya ke alam nyata. Karena itu kita harus BANGKIT MELAWAN ATAU DIAM DAN TERTINDAS SELAMANYA.

3 Responses to “PKS, Negara Islam n NKRI”

  1. freeda Says:

    Siip… (^_~)v

  2. Achmad Ali Ma'sum Says:

    apakah impian itu masih ada sekarang???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: