Negeri Anugerah Ilahi

August 25, 2017

(oleh : Ahmad Sopiani)

 

Kupandangi sosok diri Ibu Pertiwi

Dari Pulau We hingga Nu Waar di timur negeri

Terlihat rapuh, renta, tiada mandiri

Tujuh puluh dua tahun usianya kini

 

Negeri indah nan elok bak surgawi

Pulau terbentang berbaris rapi

Dua samudera, dua benua memagari

Namun gundah hati ini terasa nyeri

 

Negeri bahari anugerah Ilahi

Masa ke masa kami menanti

Kapan tiba sejahtera negeri

Tanpa ada tangis pilu menyayat hati

 

Ya Allah ya Tuhan kami

Anugerahi kami pemimpin sejati

Berilah kami kekuatan hakiki

Ni’mat dari-Mu kami syukuri

 

Bekasi, 16 Agustus 2017.

Advertisements

Close to The Death

March 24, 2017

Dear sister..
Have you ever feel in your live..?
Time when you feel so close to The Death..?
Almost dead and pass away..?

It was February 17, 2017. Friday noon.
I got a job to speech at a Masjid in Jababeka 2, an Industrial Town.
Speed of my old motorcycle just moderate enough.
But yes, I am in hurry to catch up the show time.

Suddenly a motorcycle in front of me stopped..
I Braked because of shock..
It is too many front brake..
and back wheel is not good enough..

I fell down the right.
In Indonesia, the right side is the opposite direction.
A truck coming from the opposite direction.
I was resigned to waiting for death.

I held my breath and remember Allah.
That too loud crash occurred. duakk..!
I find myself still conscious and immediately stood.
The truck stopped right at the edge of death.

It was a miracle.
I am grateful to God. and apologize to the truck driver
If I die, the truck driver was going to be in trouble when innocent.
I grabbed my bike and decided to continue the journey.

My helmet was broken.
Feeling so close to death. Make me not easy to forget.
And much to be grateful for the gift of God.
On the age and the days were enjoyed.

I just told you this at first.
I told my wife was a few days later.
I’m afraid if I tell her right away.
She will shock and worry.

This is a warning for us.
Be careful always on the go.
And this is a lesson.
That human life is managed by God The Almighty.

Bekasi, 24 Maret 2017.

(a month after accident)

I miss something

February 20, 2017

I miss something…
Something that i ever seen…
Seen along ago in the rain…
Rain in the middle of nothing…

Nothing can make me forget the feeling..
Feeling so blue..
Blue sky in the middle of Summer..
Summer at shore of Han Gang..

Han Gang the River..
River that full of story..
Story about happiness..
Happiness that covering the sadness..

Sadness never too long..
Long ago in Ginseng country..
Country that I always remember..
Remember their hospitality..

Bekasi, 10.02.2017

NKRI HARGA MATI..!!

December 26, 2016

Berbaris Zamrud hijau menghias Khatulistiwa.

Bagai permata Yaquth indah tiada tara.

Beribu butirannya diapit dua samudera.

Bunda Pertiwi warisan para Ulama.

 

Dahulu kala menjadi rebutan para pemangsa.

Diperjuangkan santri dan ulama untuk merdeka.

Diganti hari kini kembali para durjana.

Darah pejuang siap tumpah kembali membela.

 

Siapa berani mengusik NKRI tercinta.

Siapkan diri berhadap dengan pembela.

Sayap-sayap garuda garuda muda.

Sandaran juang lindas para penista.

 

Bekasi, 19 Desember 2016.

Raisa Adila Sopiani

Ketika Langit Runtuh 1

June 8, 2016

Tatkala langit terbelah.

Bintang bintang jatuh berserakan.

Ketika air laut membuncah.

Penghuni penghuni kubur dikeluarkan.

 

Ketika itu.

Tiap tiap jiwa mengetahui.

Apa yang telah dikerjakan.

Dan apa yang dilalaikannya.

 

Romadhon demi Romadhon berlalu.

Tanpa iman sepenuh dadamu.

Romadhon demi Romadhon berlalu.

Tiada laku taqwa menyertaimu.

 

Wahai manusia.

Andai penghuni kubur kau dengar bicara.

Tentu kau dengar penyesalannya.

Ketika Romadhon berlalu tanpa ma’na.

 

Wahai manusia.

Hidup kita tak selamanya.

Selagi sehat dan bahagia.

Isi Romadhon dengan segenap daya.

 

Bekasi, 27 Mei 2016.

20 Sya’ban 1437.

Waiting for the Rain

March 17, 2016

How such a beuaty

When you touching my face

Under dark clouds in the sky

You bring us whole the hope

 

When you’re coming

We feel it with our skin

No matter how you’re freezing

We still stand up for you oh rain

 

I remember you when I was young

My ancestor lay to you for their farm

Now we ask you to once again coming

We’ll hold you with all warm

 

Oh rain…

Come again to us.

So we can into you run and run.

To remind me children happiness..

 

Bekasi, 17.03.2016

 

Memaknai Langkah nan Maya

November 11, 2015

Manusia hidup.. apalah istimewanya..

Babi di hutan juga hidup..

Manusia berkerja.. apalah hebatnya..

Monyet bertopeng juga berkerja..

Kalau hidup sekedar hidup dan berkerja..

Lalu makna apa yang lebih dari langkah kakimu?

Jika jejakmu di muka bumi tanpa makna..

Lalu makna apa yang kau sandang sebagai manusia?

Biru langit lautpun biru..

namun itu fatamorgana..

Langit hanya merefleksi laut..

Dan laut sejatinya berair bening sahaja..

Jejak langkah manusia di bumi..

haruslah cerminan dari hati..

Dan hati yang dipenuhi iman..

itulah hati yang menyelamatkan..

Bekasi, 11 November 2015.

Melintasi Masa

January 25, 2015

Hiruk pikuk negeri tercinta

Dilanda badai angkara murka

Segala manusia merasa dirinya

Terhebat tersuci terbersih teraniaya

 

Hahaha ku tak terlalu peduli

Diri ini saja tak cukup mawas diri

Sesal demi sesal datang menghampiri

Berharap waktu dapat diputar kembali

 

Inginnya melintasi masa

Kembali ke masa dahulu kala

Saat tenaga dan waktu masih jaya

Mengisinya dengan hal berguna

 

Sesal mengapa jiwa tanpa nyala

Tanpa daya juang merengkuh cita

Kini tak mungkin melintasi masa

Hanya sisa hidup kucoba berguna

 

Bekasi, 25-01-2014

Malam-Malam Yang Melintas

January 20, 2015

Betapapun sendunya hidupmu kawan

Selalu saja ada saat tertawa gembira

Betapapun bahagianya dikau tuan

Suatu ketika kau kan menangis jua

 

Begitupun aku wahai kawan

Kerap tertawa membahana

Namun kadang saat yang lain

Aku berurai airmata

 

Tahukah engkau sedih kekal penyesalan

Ketika diriku berada di ujung masa

Tanpa cukup bekal ketaqwaan

Kembali ke hadapan Yang Maha Kuasa

 

Malam demi malam melintas pergi

Tanpa satu rakaat pun kuberdiri

Hingga tiba masaku kembali

penyesalan tiada guna lagi

 

Bekasi, 20-01-2015

 

Hanya Wajah-Mu

May 21, 2013

Kebisuan yang mencekam

Terlingkupi kabut kesunyian

Di antara pekatnya malam

Kutelisik makna kesejatian

 

Meragu sukma bercakap

Seakan gundah merambah jiwa

Menanti hakikat mendekap

Berkaca diri berkubang dosa

 

Larutnya malam kian menepi

menerabas segala luka kalbu

mananti fajar esok hari

Tertunduk aku di hadap-Mu

 

Tiada lagi harapan akhir

Tuk penyejuk kalbu nan pilu

Hanya wajah-Mu di garis takdir

berharap ampunan-Mu selalu

 

Bekasi, 21 Mei 2013